BEI Edukasi 1.283 Mahasiswa Baru UINFAS Bengkulu Tentang Literasi Investasi

  • 02 Sep 2026 19:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebanyak 1.283 mahasiswa baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mendapat pembekalan literasi investasi dan keuangan melalui Program Insersi Pencegahan Investasi Bodong. Kegiatan digelar Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI bersama MKWU Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Gedung Kuliah Terpadu, Rabu 2 September 2026.

Program tersebut juga dirangkai dengan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi mahasiswa. Materi membahas pasar modal, instrumen investasi, pengelolaan risiko, serta cara mengenali investasi bodong.

Kegiatan menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu Marina Rasyada dan Gallery Manager PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Ari Pratama. Keduanya memberikan materi terkait perencanaan keuangan, investasi, dan mekanisme pembukaan rekening investasi.

Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. Asnaini mengatakan mahasiswa perlu memahami risiko dan legalitas sebelum menempatkan dana pada instrumen investasi. Ia meminta mahasiswa tidak mudah tergiur tawaran keuntungan cepat yang beredar di ruang digital.

"Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas dalam mengambil keputusan, termasuk dalam mengelola keuangan dan memilih investasi. Jangan mudah tergiur keuntungan cepat tanpa memahami risiko dan legalitasnya," kata Asnaini.

Marina Rasyada melalui materi Financial Planning and Capital Market menjelaskan investasi perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Mahasiswa juga diminta menghindari FOMO, rekomendasi tanpa analisis, dan penggunaan pinjaman daring untuk berinvestasi.

Menurut Marina, konsistensi dan waktu lebih penting daripada besarnya modal awal dalam membangun investasi. "Yang paling krusial bukanlah besarnya modal awal, melainkan seberapa konsisten Anda melakukannya," ujarnya.

Marina juga mengenalkan tiga sumber utama untuk membangun kekayaan, yakni pendapatan, menabung, dan investasi. Bagi mahasiswa, investasi dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, menunjang perkuliahan, hingga menjadi modal usaha setelah lulus.

Sementara itu, Muhammad Ari Pratama menjelaskan mekanisme investasi melalui KISI, termasuk pembukaan rekening secara daring. Mahasiswa dapat memilih rekening reguler maupun syariah sesuai kebutuhan.

Pembukaan rekening meliputi pengisian data identitas, verifikasi, pemilihan bank RDN, hingga aktivasi akun. Mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai fungsi RDN dalam proses transaksi investasi di pasar modal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong memahami investasi secara praktis dan tidak sekadar mengikuti tren. Mereka juga diminta melakukan riset mandiri, menyesuaikan investasi dengan profil risiko, melakukan diversifikasi, serta memastikan legalitas sebelum berinvestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....