Peristiwa Kebakaran Meningkat, Damkar Ingatkan Warga Selalu Waspada

  • 28 Agt 2026 14:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Berdasarkan data dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2026, sudah ada 49 peristiwa kebakaran yang terjadi. Jumlah tersebut terhitung dari bulan Januari hingga minggu keempat bulan Agustus 2026.

Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Utara, Aan Alamsyah menjelaskan dari jumlah tersebut, 27 kejadian disebabkan oleh korsleting listrik. Selain itu dari peristiwa kebakaran yang terjadi tahun ini juga ada yangmengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

"Untuk tahun ini ada 49 peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara. Dari kasus tersebut rata-rata disebabkan oleh korsleting listrik," ujar Kepala Bidang Damkar kepada RRI Kamis 27 Agustus 2026.

Angka peristiwa kebakaran tahun ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2025,yang selama setahun tercatat sebanyak 23 peristiwa kebakaran. Meski jumlah kejadiannya lebih sedikit, namun kerugian materiil pada tahun 2025 justru lebih besar yakni mencapai 11,2 miliar rupiah.

Sedangkan total kerugian materiil pada peristiwa kebakaran tahun ini diperkirakan mencapai 6,5 miliar rupiah. Hanya saja pada tahun 2025 tidak terdapat korban jiwa.

"Peristiwa kebakaran yang terjadi tahun ini meningkat ya kalau kita bandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu itu ada 23 peristiwa kebakaran, nah tahun ini bru sampai bulan Agustus saja sudah ada 49 peristiwa kebakaran yang terjadi," ucapnya.

Selain itu, Kepala Bidang Damkar menyebut dari seluruh peristiwa kebakaran yang terjadi tahun ini, terdapat 4 kebakaran lahan dengan skala yang relatif kecil. 2 kejadian terjadi di Kecamatan Marga Sakti Sebelat, 1 kejadian di Kecamatan Lais dan 1 kejadian di Kecamatan Tanjung Agung Palik.

Meski masih dalam skala kecil, potensi kebakaran lahan harus tetap menjadi perhatian. Terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat diperparah oleh tiupan angin kencang.

Hal ini dikarenakan kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Sehingga api yang awalnya kecil bisa berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

"Nah kalau yang kebakaran lahan ada juga, ada 4 peristiwa yang terjadi. Tapi skalanya kecil, meskipun begitu kita tetap harus waspada," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Seperti membakar sampah di kawasan pemukiman maupun lahan tanpa pengawasan, membuang puntung rokok sembarangan, membuka lahan perkebunan dengan cara membakar dan memastikan api kompor benar-benar padam setelah digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....