Museum Negeri Bengkulu Gelar Pameran Senjata Tradisional

  • 28 Agt 2026 07:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebagai upaya memperkenalkan beragam warisan budaya dan sejarah kepada masyarakat, Museum Negeri Bengkulu menggelar pameran senjata tradisional. Kegiatan berlangsung pada 26, 27, dan 31 Agustus 2026 di Gedung Temporer Bawah Museum Negeri Bengkulu dan terbuka gratis bagi masyarakat.

Berbagai jenis senjata tradisional dan benda bersejarah ditampilkan dalam pameran tersebut. Koleksi yang dipamerkan di antaranya kapak batu, kujang, celurit, kerambit, pistol, pedang, sewar, bayonet, sangkur, senapan kecepek, hingga peluru mortir.

Beragam koleksi tersebut menggambarkan perkembangan senjata dari masa prasejarah hingga masa kemerdekaan Indonesia. Setiap koleksi memiliki fungsi dan nilai sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat pada masanya.

Pemandu Museum Negeri Bengkulu, Hevy Kurniadi, menjelaskan pameran ini tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat koleksi museum. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk mengenal dan memahami sejarah melalui benda-benda peninggalan yang tersimpan di museum.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat mengetahui fungsi serta perkembangan berbagai jenis senjata dari masa ke masa. Selain itu, masyarakat diajak memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam setiap koleksi yang dipamerkan.

Antusiasme terhadap pameran juga datang dari para pengunjung, salah satunya Putri yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak. Menurutnya, pameran seperti ini dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak karena mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui cerita atau gambar, tetapi juga dapat melihat langsung benda-benda bersejarah.

Pameran senjata tradisional diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, khususnya koleksi yang tersimpan dan dirawat di Museum Negeri Bengkulu. Kegiatan serupa juga dinilai penting untuk mendekatkan museum dengan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....