Dosen Unihaz Dampingi Penyandang Disabilitas Budidaya Sayuran Hidroponik
- 26 Agt 2026 21:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Mitra Masyarakat Disabilitas (PMMI) melaksanakan panen perdana sayuran hidroponik, Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Sekretariat PMMI dan dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus PMMI, LPPM Unihaz, tim pengabdi, penyandang disabilitas, serta mahasiswa.
Panen perdana ini merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026. Program tersebut menjadi upaya Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) memberdayakan penyandang disabilitas melalui keterampilan budidaya sayuran dengan teknologi hidroponik.
Ketua Umum PMMI, Irna Liza Yuliastuty, mengatakan kegiatan pendampingan bersama Unihaz telah berlangsung intensif selama sekitar empat bulan. Ia menyambut baik kerja sama tersebut karena memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan berkarya melalui bidang pertanian.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan pihak Unihaz dengan gagasannya untuk memberdayakan para penyandang disabilitas melalui hidroponik ini,” tutur Irna.
Ketua LPPM Unihaz, Sri Rustianti, mengapresiasi antusiasme para penyandang disabilitas dalam mengikuti program tersebut. Ia berharap hasil panen menjadi awal bagi peserta untuk semakin percaya diri mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya secara berkelanjutan.
“Saya melihat sayuran hidroponik yang dikelola disabilitas tumbuh sangat subur, saya sangat bahagia dengan capaian ini, namun yang kita panen bukan hanya sayurnya tetapi juga ilmu dan keterampilannya,” kata Sri.
| Baca juga: SPMB SD Negeri Kota Bengkulu Resmi Dibuka |
Ketua Tim Pengabdi PKM, Irma Lisa Sridanti, mengatakan program tersebut telah dirancang untuk memberikan keterampilan sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya di bidang pertanian. Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat mental dan self-esteem peserta agar memiliki keyakinan terhadap kemampuan mereka.
“Yang kami lakukan di sini tidak hanya mengedukasi tentang hidroponik, tetapi juga menguatkan mental dan self-esteem peserta sehingga mereka memiliki keyakinan bahwa mereka bisa dan mampu untuk berkarya,” ujar Irma Lisa. Tim pengabdi terdiri dari Irma Lisa Sridanti sebagai ketua, Susi Hardiyanti sebagai motivator self-esteem, dan Ikhsan Hasibuan sebagai ahli pertanian organik.
Salah seorang penerima manfaat sekaligus koordinator kegiatan hidroponik, Deddy Syahputra, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdi, PMMI, dan Unihaz atas program tersebut. Ia mengaku awalnya ragu dapat menjalankan teknik budidaya hidroponik, namun pendampingan membuat proses tersebut lebih mudah dipahami.
“Awalnya kami tidak begitu yakin untuk bisa melaksanakan rangkaian kegiatan teknik budidaya tanaman sayuran dengan metode hidroponik ini, namun setelah kami jalani dan dibina oleh tim pengabdi dan ahli hidroponik, ternyata tidak sesulit yang kami bayangkan,” ujar Deddy.
Para peserta berharap program pemberdayaan tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan. Mereka juga berharap kegiatan hidroponik dapat membuka peluang usaha sehingga mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....