Kelompok Difabel Sawah Lebar Kelola Bank Sampah, Wujudkan Kelurahan Inklusif
- 23 Jul 2026 10:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu, bekerja sama dengan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu membentuk kelompok bank sampah yang dikelola oleh warga penyandang disabilitas. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.
Lurah Sawah Lebar, Putrawansyah, mengatakan pihak kelurahan berperan menyiapkan wadah serta lokasi untuk bank sampah. Menurutnya, pembentukan kelompok bank sampah sudah ada tiga kelurahan, yakni Sawah Lebar, Anggut Atas, dan Kebun Roos sebagai proyek percontohan.
Setelah kelompok disabilitas terbentuk, dibantu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu pada saat itu, maka kelurahan menginisiasi pembentukan bank sampah. Langkah tersebut juga sejalan dengan program Wali Kota Bengkulu yang menargetkan setiap kelurahan memiliki minimal satu bank sampah.
Putrawansyah menjelaskan, kelompok difabel diarahkan untuk mengelola operasional bank sampah, sementara pihak kelurahan membangun gudang sebagai tempat penyimpanan hasil pengumpulan sampah. Kini, bank sampah tersebut telah menjadi salah satu unit kegiatan yang dijalankan oleh kelompok disabilitas di Kelurahan Sawah Lebar.
Menurutnya, pelibatan penyandang disabilitas bertujuan menciptakan organisasi masyarakat yang inklusif serta memberikan ruang bagi mereka untuk berperan aktif dalam pembangunan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, para anggota kelompok juga mendapatkan pendampingan dari keluarga, baik orang tua maupun saudara kandung, sehingga mampu mengikuti seluruh proses kegiatan dengan baik.
Untuk mendukung keberlangsungan program, pihak kelurahan melakukan sosialisasi kepada seluruh ketua RT agar aktif menggerakkan warga menabung sampah ke bank sampah. Sampah yang diterima kemudian dicatat berdasarkan jenisnya, disortir sesuai kategori, dan dipersiapkan untuk dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Ketua Bank sampah Sawah lebar Kota Bengkulu, Yopi Novriadi, mengatakan program yang telah berjalan sekitar satu tahun itu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri penyandang disabilitas. Selain belajar berinteraksi, mereka juga memperoleh keterampilan dalam pembukuan, pemilahan, hingga pemasaran sampah, setelah sebelumnya melakukan studi banding ke Bank Sampah Kelurahan Lempuing, dengan hasil penjualan mencapai hampir satu ton sampah kertas, sementara plastik, besi, dan jenis sampah lainnya berkisar antara 100 hingga 200 kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....