Selama 25 Tahun Bertahan, Isnaini Pertahankan Pembuatan Ragi Tapai
- 26 Agt 2026 11:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah semakin langkanya pembuat ragi tapai tradisional di Bengkulu, ada sebagian masyarakat sudah familiar, namun ada pula yang belum mengenal nya.
Ragi merupakan adonan bulat pipih berbahan dasar tepung beras dan dicampur dengan rempah-rempah, berfungsi untuk membantu proses fermentasi beras ketan maupun singkong menjadi tapai.
Meskipun tergolong langka di Bengkulu, seorang pembuat ragi bernama Isnaini dari Bengkulu Selatan berhasil mempertahankan usaha warisan turun-temurun dari nenek nya selama 25 tahun hingga sekarang.
Saat ini, hanya dirinya dan saudaranya yang masih menjalankan usaha tersebut. Apalagi Ragi buatannya bahkan dipasarkan hingga ke sejumlah daerah di Sumatera Selatan, seperti Pagaralam, Prabumulih, dan Empat Lawang.
Isnaini mengatakan, seluruh proses pembuatan ragi masih menggunakan resep yang diwariskan keluarganya dari generasi ke generasi. Ia tidak mengubah tahapan maupun bahan yang digunakan sejak mulai menekuni usaha tersebut.
"Usaha ini turun-temurun dari nenek, sampai emak. Kalau aku ini sudah sekitar 25 tahun," ujar Isnaini.
Untuk menghasilkan ragi berkualitas, dikatakan, proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Dimana adonan ragi terlebih dahulu diperam atau di lebong selama dua hari dua malam, kemudian dikeringkan selama empat hingga lima hari hingga benar-benar siap digunakan.
Sedangkan untuk produksi dilakukan menyesuaikan pesanan dan kebutuhan pasar dan dalam sepekan, Isnaini dapat membuat ragi sebanyak satu hingga dua kali, dengan sekali produksi mampu menghasilkan sekitar 1.000 keping ragi.
“Unrtuk produk tersebut dijual langsung kepada pembeli maupun pedagang untuk dipasarkan kembali,” katanya.
Sementara salah seorang pelanggan, Abida, mengaku telah menggunakan ragi buatan Isnaini selama sekitar dua tahun. Karena ragi tersebut memiliki kualitas fermentasi yang baik sehingga hasil tapai lebih konsisten.
"Sebagai pembuat tapai ketan, kualitas ragi menjadi yang paling utama. Ragi buatan Isnaini ini tidak pernah gagal, rasa manisnya pas dan aromanya khas," tutur Abida.
Lebih lanjut ia menyambut baik di tengah perkembangan produk fermentasi modern, keberadaan pembuat ragi tradisional seperti Isnaini, tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan pengetahuan dan cita rasa warisan kuliner masyarakat Bengkulu Selatan. Dengan itu sudah sewajarnya bagi peminat tapai untuk mencobanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....