Penerapan Green Port, Energi Bersih Menggerakkan Denyut Pelabuhan Pulau Baai
- 24 Agt 2026 18:56 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Di balik hiruk-pikuk aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bengkulu, sebuah perubahan perlahan menggeser wajah operasional pelabuhan. Bukan sekadar alat yang bergerak mengangkat dan memindahkan petikemas, tetapi juga sumber energi yang menghidupkan denyut kerja tersebut.
Gantry Luffing Crane (GLC) yang sebelumnya mengandalkan bahan bakar solar kini beralih menggunakan tenaga listrik. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi operasional PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu menuju aktivitas kepelabuhanan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Perubahan tersebut menjadi salah satu wujud penerapan konsep Green Port, yang didorong melalui inisiatif Danantara dalam transformasi BUMN. Bagi Pelindo, transformasi energi bukan semata perkara mengganti bahan bakar, tetapi juga bagaimana produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan dapat berjalan dalam satu tarikan napas.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan transformasi GLC menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas operasional pelabuhan dapat berjalan beriringan dengan efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. “Transformasi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi. Ada aspek efisiensi operasional dan keberlanjutan yang ingin kami capai secara bersamaan,” ujar Dimas, Senin 24 Agustus 2026.
Ia menyampaikan, beralihnya sumber energi dari solar ke listrik memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional. Dimana Pelindo tidak lagi menjadikan solar sebagai sumber energi utama GLC, sehingga penggunaan anggaran dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
“Dengan beralih dari solar ke listrik, kami dapat melakukan efisiensi biaya operasional. Di saat yang sama, aktivitas bongkar muat dapat dilakukan dengan dukungan energi yang lebih bersih,” kata Dimas.
Namun, lanjutnya, perubahan paling terasa bukan hanya pada angka efisiensi. Untuk pertama kalinya, GLC berbasis listrik tersebut digunakan untuk melayani kapal petikemas di Pelabuhan Bengkulu.
"Penggunaan peralatan berbasis listrik itu memperluas fleksibilitas operasional terminal. GLC dapat menopang kegiatan bongkar muat petikemas sekaligus menjadi bagian dari langkah Pelindo Regional 2 Bengkulu memperkuat keandalan pelayanan kepelabuhanan," ujarnya.
Di sisi lain, peralihan energi turut mengubah suasana kerja di sekitar alat bongkar muat. Dibandingkan penggunaan solar, GLC berbasis listrik menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih rendah serta meminimalkan emisi langsung selama beroperasi.
Perubahan tersebut menjadi gambaran bahwa pelabuhan masa depan tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus mampu bergerak lebih bersih.
Dimas mengatakan penerapan energi listrik pada peralatan bongkar muat merupakan bagian dari perubahan pola operasional yang tidak semata mengejar produktivitas.
Aspek lingkungan, efisiensi dan keberlanjutan menjadi pertimbangan yang semakin penting.
“Kami ingin setiap transformasi memberikan manfaat yang nyata. Pelayanan semakin baik, biaya operasional lebih efisien, dan dampak terhadap lingkungan juga semakin kecil,” ungkapnya.
Dimas menambahkan, penerapan GLC berbasis listrik di Pelabuhan Bengkulu sejalan dengan arah pengembangan Green Port sebagai bagian dari agenda transformasi BUMN melalui Danantara. Dimana konsep tersebut mendorong pelabuhan untuk semakin efisien dalam penggunaan energi, menekan emisi, sekaligus membangun sistem operasional yang berkelanjutan.
Terlebih lagi bagi Pelindo Regional 2 Bengkulu, langkah ini bukanlah garis akhir. Apalagi transformasi akan terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, efisiensi biaya, keselamatan kerja dan kualitas pelayanan, tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.
"Di tengah deru aktivitas pelabuhan, perubahan sumber energi GLC menjadi penanda bahwa masa depan pelabuhan tidak hanya tentang seberapa cepat barang dipindahkan, tetapi juga tentang seberapa bijak energi digunakan.
Dengan itu juga Pelabuhan Bengkulu pun mulai menapaki babak baru: lebih efisien dalam bekerja, lebih bersih dalam bergerak, dan lebih hijau dalam menatap masa depan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....