Pemkot Bengkulu Dorong Generasi Muda Lestarikan Syarafal Anam
- 24 Agt 2026 15:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong pelestarian seni dan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Festival Syarafal Anam 2026 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, keberadaan berbagai kesenian tradisional merupakan bagian penting dari identitas Kota Bengkulu. Karena itu, pemerintah dinilai perlu mengambil peran dalam menjaga agar kesenian daerah tidak semakin ditinggalkan.
Menurut Dedy, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah maupun kalangan seniman senior. Keterlibatan generasi muda menjadi hal penting agar kesenian tradisional dapat terus diwariskan.
“Ya, Kota Bengkulu kan banyak potensi budaya, seni, kemudian sebagai pelaku pemerintah tentu kita harus ikut campur untuk melestarikan. Dari Dinas Pariwisata menggelar lomba Syarafal Anam dan saya minta ini usahakan ada anak mudanya,” ujar Dedy, Senin 24 Agustus 2026.
Ia menegaskan, kelompok kesenian Syarafal Anam diharapkan tidak hanya diisi oleh generasi tua. Anak-anak muda juga perlu diberi ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus terlibat langsung dalam kesenian tradisional tersebut.
Dedy berharap kegiatan seperti festival dan lomba kesenian tradisional dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Dengan begitu, keberadaan Syarafal Anam tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai aslinya.
Upaya pelestarian tersebut akan kembali diwujudkan melalui Festival Syarafal Anam 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Agustus 2026 di Taman Budaya Kota Bengkulu. Festival yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Bengkulu ini mengusung tema “Harmoni Tradisi dan Inovasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan pelaku seni untuk menampilkan serta memperkenalkan kesenian Syarafal Anam kepada khalayak yang lebih luas.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan festival tersebut dirancang dengan memadukan unsur tradisional dan kemasan yang lebih modern. Konsep ini diharapkan dapat membuat kesenian Syarafal Anam lebih dekat dengan generasi muda, termasuk kalangan milenial dan Gen Z.
Menurut Nina, Syarafal Anam memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Bengkulu. Kesenian tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan musik tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Keterlibatan lintas generasi dinilai penting agar proses regenerasi pelaku seni dapat terus berjalan. Dengan adanya generasi penerus, Syarafal Anam diharapkan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Kota Bengkulu dan tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kota Bengkulu menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, pelaku seni, komunitas, masyarakat hingga generasi muda. Dengan kolaborasi tersebut, kekayaan seni dan budaya lokal diharapkan dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....