Kabel Listrik Taman Tabot Hilang Dicuri
- 24 Agt 2026 12:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Taman Tabot yang berada di kawasan strategis dekat Benteng Marlborough, mengalami kerusakan akibat pencurian fasilitas publik. Seluruh jaringan kabel listrik yang ditanam di bawah tanah untuk menyuplai penerangan taman dilaporkan hilang.
Kabel tersebut diduga sengaja digali dan dipotong oleh pelaku hingga menyebabkan sejumlah fasilitas penerangan di Taman Tabot tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, Taman Tabot baru dibangun sebagai salah satu ruang publik yang menggabungkan unsur budaya lokal, keindahan, serta kenyamanan bagi masyarakat, keberadaan taman ini juga diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan wisata di Kota Bengkulu.
Akibat hilangnya kabel penerangan, suasana Taman Tabot yang sebelumnya terlihat indah dan terang pada malam hari kini terancam gelap. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengurangi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan taman sebagai tempat bersantai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menyayangkan aksi pencurian dan perusakan terhadap fasilitas yang merupakan aset publik tersebut. Toni mengajak warga, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan Taman Tabot, untuk turut mengawasi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Toni, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun pemerintah pada dasarnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga fasilitas publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
| Baca juga: Wali Kota Bengkulu Resmikan Taman Tabut |
“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kita awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” kata Toni.
Ia menilai pengawasan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah pencurian maupun perusakan fasilitas umum. Dengan keterlibatan warga, ruang gerak pelaku yang ingin merusak atau mengambil aset publik dapat dipersempit.
Pemerintah Kota Bengkulu juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti hilangnya kabel bawah tanah tersebut. Langkah ini dilakukan agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pemkot Bengkulu berharap fasilitas yang telah dibangun untuk masyarakat dapat dijaga bersama. Keberadaan Taman Tabot diharapkan tetap menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian nilai budaya di Kota Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....