Bank Indonesia Bengkulu Dorong Transaksi UMKM di KKI secara Digital
- 24 Agt 2026 07:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- UMKM Bengkulu mencatatkan total transaksi penjualan sebesar Rp955,49 juta dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Capaian tersebut berasal dari transaksi melalui pameran luring dan kanal virtual KKI 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia mendorong pelaku usaha daerah naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar. “Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten,” kata Wahyu.
Sebanyak 32 UMKM unggulan Bengkulu berpartisipasi secara online melalui platform KKI 2026. Dari jumlah tersebut, enam UMKM hadir secara langsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Enam UMKM tersebut terdiri atas dua pelaku usaha sektor wastra serta empat UMKM makanan dan minuman.
Pada sektor wastra, Batik Kagano menampilkan berbagai kain wastra Bengkulu. Sementara Swarnabumei membawa produk ready to wear yang mengangkat kekayaan motif dan identitas Bengkulu, seperti kain besurek dan bunga Rafflesia.
Untuk kategori makanan dan minuman, produk UMKM Bengkulu hadir di KKI Mart melalui CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren. Selain mendorong transaksi penjualan, Bank Indonesia Bengkulu juga memfasilitasi UMKM agar terhubung dengan rantai pasok korporasi dan memperoleh pasar yang lebih luas melalui program business matching.
Salah satu hasilnya diraih Kopi Bukit Barisan yang menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee. Kesepakatan tersebut mencakup pembelian awal sebanyak 500 kilogram Kopi Robusta Bengkulu dengan nilai kontrak awal mencapai Rp35,5 juta.
Selain Kopi Bukit Barisan, sejumlah UMKM Bengkulu juga mengikuti business matching, di antaranya Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu. Wahyu mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan produk UMKM Bengkulu memiliki kemampuan untuk bersaing sekaligus membangun kemitraan pada level yang lebih luas.
“Capaian transaksi dan penandatanganan kontrak kemitraan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM secara nyata,” ujar Wahyu. Menurut Wahyu, pembinaan terhadap UMKM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, dan membuka jalan agar pelaku UMKM dapat masuk ke dalam rantai nilai berskala nasional.
Bank Indonesia Bengkulu juga mengajak pemerintah daerah, perbankan, korporasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan membuka ruang lebih besar bagi UMKM Bengkulu untuk tumbuh, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....