Bank Sampah Anggut Bawah Dilatih Olah Limbah Plastik Menjadi Filamen 3D Printing
- 21 Agt 2026 16:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Anggut Bawah, Kota Bengkulu, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan mengangkat tema “Pelatihan Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Filamen 3D Printing untuk Meningkatkan Ekonomi Bank Sampah Anggut Bawah” dan diikuti pengurus serta anggota Bank Sampah Anggut Bawah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas Rama Dani Eka Putra, Tessa Zulenia Fitri, dan Sri Wulandari. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di kediaman Titin selaku Sekretaris Bank Sampah Anggut Bawah sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan limbah plastik di masyarakat.
Rama Dani Eka Putra mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat agar limbah plastik tidak hanya dikumpulkan dan dijual dengan nilai relatif rendah. “Kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan agar limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, salah satunya filamen untuk 3D printing,” ujarnya.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilahan dan pengelolaan limbah plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku filamen. Peserta juga mengikuti praktik pengolahan mulai dari pemilahan, pembersihan, pencacahan, pengeringan hingga penggunaan mesin untuk menghasilkan filamen 3D printing.
Selain penyampaian materi, tim pengabdian memberikan demonstrasi penggunaan peralatan pengolahan limbah plastik. Peserta dapat mengamati proses pengoperasian mesin sekaligus memahami karakteristik bahan yang diperlukan agar menghasilkan filamen yang dapat digunakan untuk kebutuhan 3D printing.
Sekretaris Bank Sampah Anggut Bawah, Titin, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru bagi pengurus dan anggota dalam mengembangkan pemanfaatan limbah plastik. “Selama ini kami lebih banyak mengumpulkan dan memilah sampah, sehingga pelatihan ini membuka pemahaman bahwa plastik juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Bank Sampah Anggut Bawah diharapkan tidak hanya berperan sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah, tetapi juga mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Tim pengabdian berharap pendampingan dan kolaborasi dengan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga pengolahan limbah plastik menjadi filamen 3D printing dapat dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....