Kue Putu Bertahan ditengah Gempuran Jajanan Kekinian di Bengkulu
- 20 Agt 2026 12:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Di tengah menjamurnya minuman boba, dessert modern, hingga aneka jajanan viral yang mudah ditemukan di sudut-sudut Kota Bengkulu, suara siulan khas kukusan kue putu masih sesekali terdengar menyusuri permukiman warga. Aroma harum daun pandan yang berpadu dengan gula merah menjadi penanda bahwa jajanan tradisional ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat, meski harus bersaing dengan kuliner kekinian.
Persaingan usaha kuliner kini semakin ketat. Pedagang makanan tradisional dituntut bertahan di tengah perubahan selera konsumen, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan jajanan modern. Namun, Risman, pedagang kue putu keliling di Kota Bengkulu, membuktikan bahwa cita rasa tradisional masih mampu menarik pembeli.
Sudah lima tahun terakhir Risman berjualan kue putu secara berkeliling di berbagai kawasan ramai di Kota Bengkulu. Ia memilih mendatangi permukiman warga, taman, hingga lokasi yang dipenuhi anak-anak agar dagangannya lebih mudah dijangkau. Dari usahanya itu, Risman mengaku mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp250 ribu per hari saat kondisi penjualan normal.
Menurut Risman, rahasia kue putu buatannya terletak pada penggunaan bahan-bahan alami. Tepung beras dipadukan dengan gula merah, garam, serta sari daun pandan yang memberikan aroma khas. Seluruh adonan dikukus menggunakan bungkus daun pisang sehingga menghasilkan tekstur lembut dengan isian gula merah yang lumer saat disantap.
Meski demikian, mempertahankan usaha bukan perkara mudah. Selain bersaing dengan banyaknya jajanan modern, Risman juga menghadapi tantangan cuaca. Saat hujan turun, jumlah pembeli biasanya menurun karena aktivitas warga di luar rumah berkurang. Sebaliknya, pada sore hingga malam hari ketika cuaca cerah, penjualan cenderung meningkat.
Salah seorang pelanggan, Indah, mengaku tetap memilih kue putu karena rasanya yang otentik dan mengingatkannya pada masa kecil. Ia menyukai aroma pandan alami serta gula aren yang meleleh di dalam kue, sesuatu yang menurutnya sulit ditemukan pada jajanan modern.
Indah berharap keberadaan pedagang kue putu tetap dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan kuliner Bengkulu. Menurutnya, meski makanan kekinian terus bermunculan, jajanan pasar tradisional memiliki nilai nostalgia dan cita rasa yang tidak tergantikan, sehingga layak terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Beta Mahasiswa Magang UMB
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....