Kue Talam Peri Tetap Eksis, Kini Digemari Kalangan Anak Muda

  • 05 Agt 2026 14:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah gempuran aneka jajanan modern, kue talam tetap mampu mempertahankan tempat di hati masyarakat. Bahkan, kuliner tradisional berbahan dasar santan dan gula aren ini kini semakin diminati kalangan anak muda yang mulai kembali melirik cita rasa khas warisan nusantara.

Salah seorang penjual kue talam di Kota Bengkulu, Peri, mengatakan telah menekuni usaha tersebut selama lebih dari 10 tahun. Awalnya ia berjualan secara keliling, sebelum akhirnya menetap di kawasan Jembatan Bentiring, Kota Bengkulu, sejak tujuh tahun terakhir.

Menurut Peri, rahasia bertahannya kue talam terletak pada komitmennya menjaga cita rasa tradisional. Ia tetap menggunakan bahan-bahan alami seperti gula aren dan santan segar, tanpa tambahan bahan pengawet sehingga menghasilkan rasa yang autentik.

"Yang menarik dari kue talam ini karena kita tetap mempertahankan cita rasa tradisionalnya. Kita tidak menggunakan bahan pengawet. Alhamdulillah pembeli banyak yang kembali karena rasanya enak," ujar Peri pada Senin, 3 Agustus 2026.

Karena dibuat tanpa bahan pengawet, kue talam hanya mampu bertahan sekitar satu hari satu malam. Jika melewati batas tersebut, kue tidak lagi dijual demi menjaga kualitas. Peri juga menyesuaikan penyajiannya dengan kebutuhan pelanggan. Jika dahulu menggunakan alas daun, kini lebih sering disajikan menggunakan piring agar lebih praktis.

Selain varian talam pandan, Peri juga menawarkan talam ubi dan talam durian yang menjadi favorit saat musim durian tiba. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp13.000 hingga Rp18.000 per porsi.

Di tengah perubahan tren kuliner, penjualan kue talam justru terus meningkat. Dalam sehari, Peri mampu menjual sekitar 200 hingga 300 porsi dengan omzet mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per hari. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, ia juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan menerima pesanan secara daring.

"Alhamdulillah sekarang justru makin banyak pembelinya. Kami juga promosi lewat media sosial dan menerima pesanan secara online," katanya.

Salah seorang pelanggan, Andin, mengaku rutin membeli kue talam karena menyukai cita rasanya yang khas dan penggunaan bahan-bahan alami. Menurutnya, jajanan tradisional seperti kue talam layak terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak kalah dengan makanan kekinian.

"Saya tertarik membeli kue talam karena rasanya enak, bahan-bahannya asli, tanpa bahan pengawet. Saya juga sudah langganan membeli kue talam di sini," ujar Andin.

Lebih lanjut ditambahkan, dengan tetap mempertahankan resep tradisional, kualitas bahan, serta memanfaatkan promosi digital, kue talam Peri membuktikan bahwa kuliner warisan daerah masih memiliki daya saing. Tak hanya menjadi pilihan masyarakat, tetapi juga berhasil menarik minat generasi muda sekaligus ikut menjaga kelestarian kuliner tradisional Bengkulu.

Penulis : Nida Khofiyya Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....