Batik Sungai Lemau, Mencanting Identitas Bengkulu tengah dalam Selembar Kain
- 18 Agt 2026 13:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Pengrajin Batik Sungai Lemau yang berada di Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi salah satu pembuat batik khas yang mengangkat sejarah, alam, dan kehidupan masyarakat melalui motifnya. Ciri khas batik ini terlihat dari perpaduan corak Gunung Bungkuk, pelepah daun sawit, batu andesit, serta aliran Sungai Lemau.
Nama Sungai Lemau dipilih karena berkaitan dengan sejarah Kerajaan yang pernah ada di Bengkulu Tengah. Menurut Imam Wakhyudi, salah seorang perintis Batik Sungai Lemau, penggunaan nama tersebut menjadi upaya untuk menghubungkan batik dengan sejarah daerah dan menjadikannya sebagai identitas.
“Kita menggunakan nama Sungai Lemau karena Sungai Lemau itu adalah salah satu kerajaan yang ada di Bengkulu Tengah,” ujar Imam pada Selasa 18 Agustus 2026.
Dalam proses pembuatannya, motif terlebih dahulu digambar pada kain sebelum diberi lilin khusus menggunakan canting, kemudian kain diberi warna sesuai dengan motif yang telah dibuat. Tahap selanjutnya dilakukan dengan merebus kain untuk membersihkan lapisan lilin, hingga menghasilkan corak yang menjadi ciri khas Batik Sungai Lemau.
Setiap unsur dalam motif Batik memiliki makna. Gunung Bungkuk melambangkan keagungan Tuhan, pelepah sawit menjadi simbol kehidupan masyarakat, batu andesit juga diangkat sebagai bagian dari unsur alam daerah, sementara aliran Sungai Lemau menggambarkan kehidupan masyarakat yang saling membantu, bertoleransi dan menjaga kebersamaan.
Selain motif utama, batik ini juga memiliki motif bambu, bunga Rafflesia dan Liku Sembilan. Bambu menggambarkan kehidupan yang lentur dalam menghadapi perubahan, bunga Rafflesia menggambarkan kekayaan flora Bengkulu, sedangkan Liku Sembilan berkaitan dengan kehidupan dan ekosistem alam yang perlu dijaga.

Ketertarikan terhadap motif khas daerah juga dirasakan salah seorang pembeli. Ainun mengatakan ciri khas pada motif Sungai Lemau menjadi salah satu alasan untuk memilih batik tersebut, karena dinilai memiliki corak yang beragam dan kualitas yang cukup baik.
“Saya tertarik karena motifnya yang bagus dan elegan. Saya juga ikut menggunakan dan mengenalkan batik lokal ini ke orang-orang yang belum tahu,” ungkapnya.
Ainun berharap model batik ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih modern dan menarik bagi generasi muda. Pengembangan tersebut juga dapat menjadi upaya untuk memperkuat keberadaan Batik Sungai Lemau sebagai identitas budaya Bengkulu Tengah.
Penulis : Nida Khofiyya Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....