Setetes Energi Pembinaan Antar Batik Besurek Bengkulu Mendunia

  • 14 Jun 2026 19:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Di setiap helai kain Batik Besurek yang dikirim ke luar negeri, tersimpan cerita tentang mimpi, ketekunan, dan kebanggaan akan budaya Bengkulu. Dari sebuah galeri sederhana bernama Oase Gallery, karya-karya bercorak khas daerah itu kini telah melintasi batas negara dan menjadi duta budaya yang memperkenalkan Bengkulu kepada dunia.

Perjalanan itu dimulai pada 2017. Saat itu, Fitria Gustina memberanikan diri mengirimkan kain dan pakaian bermotif Batik Besurek ke Malaysia. Langkah kecil tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kini, hampir satu dekade kemudian, Oase Gallery secara rutin melakukan tiga hingga empat kali pengiriman produk ke mancanegara setiap tahun, dengan tujuan utama Malaysia dan Singapura.

Keunikan Batik Besurek menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar internasional. Motif kaligrafi Arab gundul yang menjadi ciri khas berpadu harmonis dengan gambar Bunga Rafflesia, serta ragam flora dan fauna Bengkulu. Setiap goresan motif tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai budaya, religi, dan identitas daerah yang kuat.

Bagi Fitria, setiap produk yang sampai ke tangan pembeli di luar negeri bukan sekadar transaksi bisnis.

"Ada rasa bangga karena warisan budaya Bengkulu dapat dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat dunia," ujarnya.

Ia berharap kesempatan untuk mengikuti berbagai pameran internasional, khususnya di kawasan Eropa, dapat semakin membuka jalan bagi Batik Besurek untuk tampil di panggung global.

Di balik perkembangan Oase Gallery, terdapat proses pendampingan yang konsisten dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Sejak 2019, perusahaan energi tersebut memberikan dukungan berupa penguatan sarana produksi, pelatihan manajemen usaha, hingga membuka akses promosi melalui berbagai pameran. Pendampingan ini menjadi bekal penting bagi Oase Gallery untuk tumbuh lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Dampak dari pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya dirasakan oleh pemiliknya. Oase Gallery kini mampu mencatat omzet sekitar Rp50 juta per bulan dan memberdayakan enam tenaga kerja. Ketika permintaan meningkat, sejumlah pengrajin lokal juga dilibatkan dalam proses produksi.

Dengan demikian, roda ekonomi masyarakat ikut bergerak, sekaligus menjaga keberlangsungan Batik Besurek sebagai salah satu warisan budaya Bengkulu.

Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menilai perkembangan Oase Gallery menjadi bukti bahwa UMKM daerah memiliki potensi besar untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan," katanya.

Kisah Oase Gallery ini menjadi bukti bahwa ketika kearifan lokal dipadukan dengan semangat inovasi dan dukungan yang tepat, sebuah warisan budaya mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus mengharumkan nama Bengkulu di mata dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....