Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah, Kepemimpinan dan Arah Indonesia Masa Depan
- 15 Agt 2026 19:55 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Wahdah Islamiyah Bengkulu menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka Semarak Muktamar V di Grage Hotel Bengkulu, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Kepemimpinan Bangsa dan Arah Indonesia Masa Depan” yang di ikutin oleh 120 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Dialog tersebut mempertemukan tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, dan cendekiawan untuk bertukar gagasan mengenai kehidupan berbangsa. Sejumlah tokoh turut menjadi narasumber, yakni Prof. Dr. Abd Hamid Habbe, M.Si., KH. Muhammad Syamlan, Lc., Dr. Surohim, M.Si., dan Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag.
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Bengkulu, Ustaz Andi Herman, S.H., menyebut forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan keterbukaan Wahdah Islamiyah dalam menjalin komunikasi dan memperkuat ukhuwah di tengah keberagaman.
“Wahdah Islamiyah bukan organisasi tertutup. Kami ingin mempersatukan seluruh gerakan dan para tokoh cendekia untuk sama-sama bertukar pikiran, berdialog, dan membangun ukhuwah,” ujarnya.
Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Zahirman Aidi, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu, menilai keduanya dapat berjalan beriringan, dengan nilai agama menjadi sumber kekuatan moral untuk membangun kehidupan yang damai, adil, dan saling menghormati. Keberagaman Indonesia juga dinilai perlu ditempatkan sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Ketua panitia, Agus Salim Usman, Lc., menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan berlangsung di Jakarta pada 20–24 Agustus 2026. Selain itu, dialog menjadi momentum mempererat persaudaraan antarelemen masyarakat sekaligus mendorong generasi muda ikut memikirkan arah masa depan Indonesia.
“Yang kita inginkan adalah terjalinnya ukhuwah dan persaudaraan di antara ormas-ormas untuk bersama-sama memikirkan arah masa depan Indonesia,” ungkapnya.
Rangkaian Dialog Kebangsaan ini merupakan bagian dari roadshow pra-Muktamar yang digelar di 10 kota di Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang untuk menghimpun gagasan dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pengusaha, mahasiswa hingga tokoh masyarakat.
Melalui Dialog Kebangsaan, Wahdah Islamiyah berharap adanya ruang komunikasi yang lebih luas antarelemen masyarakat dan lahir gagasan untuk membangun Indonesia lebih balik.
"Hasil pemikiran dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Penulis : Neda Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....