Musim Tanam Kedua, Petani di Kemumu Beharap Adanya Perbaikan Aliran Irigasi

  • 21 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Berdasarkan data pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara, produksi gabah kering panen pada bulan April 2026 hingga Mei 2026 mencapai 14.495 ton. Hasil ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian tanaman pangan masih menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di daerah tersebut.

Memasuki musim tanam kedua, para petani kembali menyiapkan lahan. Dengan harapan produksi padi dapat terjaga hingga akhir tahun.

Di kawasan Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya, masa tanam kedua berjalan lebih lambat. Jika dibandingkan dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya oleh petani.

Salah seorang petani di Kelurahan Kemumu, Priyanto menjelaskan penanaman padi kedua seharusnya dimulai pada bulan Juni 2026. Namun debit air irigasi yang sempat menurun membuat petani menunda penanaman hingga kondisi air kembali normal.

“Iya sekarang sudah masuk ke musim tanam ke dua ya. Tapi untuk di Kemumu agak lambat kita mulai nanamnya, karena ada kendala dengan debit air irigasi,” ujar Petani kepada RRI Selasa 21 Juli 2026.

Seski saat ini pasokan air sudah mulai membaik, namun penanaman belum dapat dilakukan secara serentak. Hal ini karena debit air belum mampu menjangkau seluruh areal persawahan dalam waktu bersamaan.

“Sekarang debit air sebenarnya sudah mulia normal. Cuma memang kita kalau nanam tidak bisa serentak masih harus bergantian, karena airnya itu tidak bisa menjangkau seluruh areal persawahan yang ada di Kemumu,” katanya.

Meski masih terkendala dengan alitran irigasi, petani menilai musim tanam kedua tahun ini berjalan cukup baik. karena ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bengkulu Utara dinilai mencukupi kebutuhan para petani.

Selain itu benih padi juga tersedia, bahkan sebagian petani menerima bantuan benih padi dari Pemerintah Daerah. Disisi lain, harga jual gabah kering panen yang berkisar antara Rp6.500 hingga Rp6.600 per kilogram juga memberikan harapan keuntungan bagi petani.

“Untuk musim tanam kedua tahun ini stok pupuk bersubsidi mencukup kebutuhan kita ya. Harga jual ganah juga cukup lumayan untuk tahun ini,” katanya.

Petani berharap Pemerintah Kabpaten maupun Provinsi dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jaringan irigasi induk di Kawasan Persawahan Kemumu yang saat ini disebut sudah banyak mengalami kerusakan dan jebol. Perbaikan jaringan irigasi dinilai menjadi langkah penting agar distribusi air lebih merata, sehingga masa tanam berikutnya dapat dilaksanakan secara serentak dan produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara dapat terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....