Sebanyak 126 Kecamatan di Bengkulu Berpotensi Karhutla, 14 Berisiko Tinggi

  • 13 Agt 2026 10:24 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebanyak 126 dari 128 kecamatan di Provinsi Bengkulu masuk dalam peta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemetaan tersebut menunjukkan tingkat ancaman yang berbeda, mulai dari kategori rendah, sedang hingga tinggi.

Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Khristian Hermansyah mengatakan, ancaman karhutla hampir mencakup seluruh wilayah kecamatan di Bengkulu. Dari 126 kecamatan yang masuk dalam pemetaan, 14 kecamatan tercatat memiliki tingkat ancaman kategori tinggi.

“Ada 14 kecamatan masuk bahaya kebakaran lahan dan hutan kategori tinggi,” ujar Khristian saat dihubungi, Kamis 13 Agustus 2026. Data tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah yang memiliki potensi karhutla lebih besar.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah, tiga kecamatan masuk kategori tinggi, yakni Bang Haji, Pematang Tiga dan Pondok Kelapa. Sementara di Kabupaten Mukomuko terdapat Kecamatan Air Dikit, XIV Koto, Teramang Jaya, Ipuh dan Kota Mukomuko.

Di Kabupaten Seluma, wilayah dengan ancaman tinggi meliputi Ilir Talo, Talo Kecil, Semidang Alas dan Semidang Alas Maras. Selanjutnya di Kabupaten Kaur terdapat Kecamatan Padang Guci Hilir dan di Bengkulu Selatan terdapat Kecamatan Pino Raya.

Selain memetakan ancaman karhutla, BPBD Provinsi Bengkulu turut mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hasil pemetaan menunjukkan 21 kecamatan berada dalam kategori tinggi, sementara 107 kecamatan lainnya masuk kategori sedang.

Khristian menyebut ancaman kekeringan kategori tinggi tersebar di Kabupaten Lebong, Mukomuko dan Bengkulu Utara. Di Kabupaten Lebong terdapat Kecamatan Pinang Belapis, sedangkan wilayah lainnya berada di Mukomuko dan Bengkulu Utara.

Di Kabupaten Mukomuko, kecamatan yang masuk kategori tinggi meliputi Sungai Rumbai, Air Dikit, Air Manjunto, V Koto, XIV Koto, Penarik dan Selagan Raya. Wilayah lainnya adalah Teramang Jaya, Air Rami, Malin Deman, Ipuh, Pondok Suguh, Lubuk Pinang dan Kota Mukomuko.

Sementara di Kabupaten Bengkulu Utara, ancaman kekeringan kategori tinggi berada di Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Napal Putih, Putri Hijau dan Pulau Enggano. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kekeringan dapat berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian.

Khristian menjelaskan, penentuan tingkat ancaman mengacu pada Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI). Kategori rendah menunjukkan peluang kejadian dan dampak yang kecil, sedangkan kategori sedang mulai berpotensi memengaruhi sektor pertanian maupun kebutuhan rumah tangga.

Adapun kategori tinggi menunjukkan peluang kekeringan yang besar dengan intensitas lebih tinggi. Dampaknya dapat meluas dan menyebabkan ketersediaan air berada jauh di bawah kebutuhan normal.

Untuk mengantisipasi kedua ancaman tersebut, BPBD Provinsi Bengkulu terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi karhutla, kekeringan maupun krisis air.

Khristian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Bengkulu. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah.

Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar permukiman maupun kawasan hutan. Langkah cepat diperlukan agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Khristian juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air di tengah potensi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Bengkulu. Penggunaan air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Masyarakat diminta menghemat air untuk kebutuhan sehari-hari serta menjaga ketersediaan sumber air di lingkungan masing-masing. Imbauan ini penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan air apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....