WFA dan WFH Efisienkan Belanja Pemprov Bengkulu hingga Rp700 Juta

  • 12 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak Januari dan April 2026 mulai berdampak terhadap efisiensi belanja operasional pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu, penghematan paling terlihat pada belanja bahan bakar minyak (BBM) dan tagihan listrik.

Untuk belanja BBM, Pemprov Bengkulu mengeluarkan anggaran sekitar Rp471 juta pada Juni 2026. Angka tersebut menurun menjadi sekitar Rp270 juta pada Juli 2026, seiring berkurangnya aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan perkantoran.

Penurunan juga terjadi pada belanja listrik yang pada Juni tercatat sekitar Rp823 juta. Pada Juli, tagihan listrik turun menjadi sekitar Rp695 juta, atau berkurang sekitar Rp128 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, mengatakan efisiensi belanja tersebut terjadi seiring berkurangnya aktivitas ASN di perkantoran sebagai dampak penerapan WFA dan WFH. Meski demikian, tidak seluruh komponen belanja mengalami penurunan karena terdapat sejumlah pengeluaran yang justru meningkat pada periode yang sama.

Tommy menjelaskan, tagihan air dan telepon mengalami peningkatan pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut lebih disebabkan adanya tagihan yang baru terhitung atau masuk pada periode Juli sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan penggunaan.

Jika dihitung secara keseluruhan, penerapan WFA dan WFH diperkirakan memberikan efisiensi anggaran Pemprov Bengkulu sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta. Pemprov Bengkulu masih melakukan pengecekan dan penghitungan lebih lanjut untuk memastikan besaran anggaran yang benar-benar dapat dihemat.

Efisiensi tersebut membuka peluang bagi Pemprov Bengkulu untuk melakukan pergeseran anggaran guna mendukung sejumlah program prioritas daerah. Rencana pergeseran anggaran akan dibahas bersama DPRD Provinsi Bengkulu setelah perhitungan dan evaluasi terhadap komponen belanja yang dapat diefisienkan selesai dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....