Pemkot Bengkulu Siapkan Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Inflasi

  • 11 Agt 2026 15:06 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mematangkan persiapan pelaksanaan bazar pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Gerakan Pangan Murah rencananya dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu, kawasan Bentiring. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Pelaksanaan bazar dirancang secara masif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi wanita, perbankan, dunia usaha, ritel modern hingga pelaku UMKM lokal. Bagian Ekonomi Setda Kota Bengkulu bertindak sebagai koordinator utama yang mengoordinasikan sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagrin), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Koperasi dan UKM serta perangkat daerah lainnya.

Keterlibatan lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat berjalan maksimal, terutama dalam menyediakan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Selain OPD, Pemkot Bengkulu juga melibatkan organisasi wanita seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita (DW), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Dukungan juga datang dari berbagai mitra dunia usaha dan lembaga keuangan. Pemkot menggandeng sejumlah ritel modern, perbankan, distributor pangan hingga pelaku UMKM untuk memperkuat pasokan dan memperluas pilihan produk yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Bengkulu Dewi Dharma mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat pada momentum hari besar nasional.

“Kegiatan ini bertujuan utama untuk menekan angka inflasi daerah, menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran, serta membantu meringankan beban ekonomi warga Kota Bengkulu. Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap stabil, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk memasarkan produk mereka,” ujar Dewi, Selasa 11 Agustus 2026.

Gerakan Pangan Murah juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nantinya dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, komoditas yang disiapkan mencakup sejumlah bahan pangan strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Beberapa di antaranya yakni beras SPHP atau beras Bulog dengan harga terjangkau, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, daging ayam, bawang merah, bawang putih serta berbagai bahan pokok penting lainnya. Ketersediaan komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memberikan alternatif berbelanja dengan harga yang lebih ringan.

Dewi menambahkan, pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga keterlibatan pelaku usaha, perbankan, ritel modern, distributor, UMKM dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Bengkulu optimistis Gerakan Pangan Murah dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Selain menjaga harga, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang dan selama momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemkot Bengkulu berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Di sisi lain, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi tetap terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....