Layanan Poliklinik Jantung RSHD Bengkulu Dihentikan Sementara

  • 10 Agt 2026 09:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Layanan Poliklinik Jantung di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu untuk sementara waktu dihentikan. Penghentian ini dilakukan karena dokter spesialis jantung yang selama ini menjadi satu-satunya tenaga spesialis jantung di RSHD sedang mengikuti program fellowship kateterisasi jantung atau cath lab di Palembang.

Manajemen RSHD memastikan penghentian pelayanan tersebut tidak bersifat permanen. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dokter sekaligus mempersiapkan layanan jantung yang lebih lengkap di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bengkulu tersebut.

Direktur Utama RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cherlyviera, mengatakan selama dokter spesialis jantung mengikuti pelatihan, pelayanan bagi pasien jantung tetap diupayakan berjalan melalui skema pengalihan. Untuk pasien dengan keluhan atau kondisi jantung yang masih dapat ditangani secara umum, pelayanan akan dialihkan kepada dokter spesialis penyakit dalam, sementara pasien yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan khusus dari dokter spesialis jantung akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit mitra.

“Penghentian layanan ini bersifat sementara karena dokter spesialis jantung kita sedang mengikuti program fellowship kateterisasi jantung di Palembang. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dokter, sehingga nantinya RSHD dapat memberikan layanan jantung yang lebih lengkap bagi masyarakat,” ujar Lista, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, langkah pengalihan pelayanan dilakukan untuk memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan medis selama masa kekosongan dokter spesialis jantung. Terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera, RSHD akan melakukan rujukan sesuai kondisi dan kebutuhan medis pasien.

Di sisi lain, RSHD juga terus mempersiapkan fasilitas untuk pengembangan layanan jantung, gedung khusus yang akan digunakan untuk layanan cath lab saat ini telah selesai dibangun. Selain pembangunan gedung, peralatan medis untuk cath lab juga telah disiapkan melalui hibah dari Kementerian Kesehatan. Peralatan tersebut dijadwalkan tiba di RSHD pada Agustus 2026.

Dengan adanya gedung dan peralatan tersebut, RSHD tinggal menyelesaikan beberapa tahapan sebelum layanan cath lab dapat digunakan. Salah satunya menunggu dokter spesialis jantung menyelesaikan program pelatihan serta memastikan seluruh proses perizinan operasional terpenuhi.

Manajemen RSHD menargetkan layanan jantung yang lebih komprehensif, termasuk fasilitas cath lab, dapat mulai beroperasi secara penuh pada 2027. Kehadiran cath lab nantinya diharapkan dapat memperkuat kemampuan RSHD dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit jantung.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....