Gedung Pasar Minggu Tak Terawat, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

  • 10 Agt 2026 09:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, BENGKULU — Kondisi Gedung Pasar Minggu yang berada di Jalan K.Z. Abidin, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, semakin memprihatinkan. Bangunan yang sebelumnya menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat tersebut kini terlihat sepi dan tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.

Salah seorang pedagang, Aznani, mengatakan dirinya telah berjualan di kawasan Pasar Minggu selama 31 tahun. Menurutnya, perubahan kondisi pasar mulai dirasakan sejak pandemi COVID-19 dan semakin terlihat dalam empat tahun terakhir.

Tidak hanya aktivitas perdagangan yang menurun, kondisi fisik bangunan juga mulai mengalami kerusakan. Sejumlah bagian atap gedung mengalami kebocoran, sementara sampah dan pecahan kaca ditemukan di beberapa area bangunan.

Aznani menyebut, pihak pengelola sebelumnya sempat menjanjikan perbaikan terhadap bangunan sejak masa pandemi. Namun, hingga kini renovasi maupun pembenahan yang dijanjikan belum juga terealisasi.

“Kalau parkiran ada, orang akan masuk ke dalam pasar. Tapi kalau tidak ada parkiran, bagaimana orang bisa masuk ke pasar. Semoga pengelola bisa memperbaiki tempat parkir, jalan dan fasilitas umum supaya pedagang juga lebih nyaman,” ujarnya.

Menurut Aznani, persoalan fasilitas parkir menjadi salah satu kendala yang turut memengaruhi aktivitas perdagangan. Minimnya lahan parkir membuat masyarakat kesulitan memarkirkan kendaraan, sehingga berdampak pada berkurangnya pengunjung yang datang ke kawasan pasar.

Sepinya pembeli juga berimbas langsung terhadap pendapatan pedagang. Aznani mengaku, penghasilannya saat ini mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu hasil berjualan dapat mencapai sekitar Rp3 juta per hari, kini pendapatannya hanya berkisar Rp70 ribu per hari.

Sementara itu, warga sekitar, Nirwana, berharap pemerintah maupun pengelola segera melakukan pembenahan agar kondisi Pasar Minggu tidak semakin memburuk. Menurutnya, perbaikan tidak hanya diperlukan pada bangunan utama, tetapi juga fasilitas pendukung, termasuk saluran drainase.

“Kondisi Pasar Minggu sekarang sangat disayangkan. Bangunan yang sebelumnya bagus sekarang malah tidak terurus. Kalau bisa, siring juga diperbaiki agar air hujan tidak menyebabkan banjir,” kata Nirwana.

Ia berharap pembenahan fasilitas dapat segera dilakukan sehingga kawasan Pasar Minggu kembali tertata dan nyaman. Dengan kondisi lingkungan yang lebih baik, pedagang dan masyarakat diharapkan kembali beraktivitas serta mendorong meningkatnya kunjungan pembeli ke pasar tersebut.

Penulis : Nida Khofiyya Mahasiswa Magang UIN FAS Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....