Pemkot Bengkulu Tempatkan Satu Anggota Satpol PP di Setiap Kelurahan

  • 04 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu resmi meluncurkan Program Praja Wibawa Pembina Warga (Prabawa) dengan menempatkan satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja di setiap kelurahan. Program ini menjadi langkah baru pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pembinaan warga, sekaligus mempercepat deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan.

Pelepasan personel Prabawa dilakukan langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi di Pendopo Merah Putih. Program tersebut diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat di tingkat paling dekat, sehingga berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat melalui koordinasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kehadiran anggota Satpol PP di setiap kelurahan merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, personel Prabawa tidak hanya bertugas menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, tetapi juga menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam memberikan pelayanan kepada warga.

Ia meminta seluruh lurah menjalin kerja sama yang erat dengan personel Prabawa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sinergi tersebut dinilai penting agar penyelesaian berbagai persoalan sosial dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan mengedepankan pendekatan persuasif.

"Untuk lurah saya mohon bersinergi dengan anggota Prabawa, Bhabinkamtibmas, Babinsa. Serta seluruh unsur di kelurahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Dedy, Selasa 4 Agustus 2026.

Kepada seluruh personel yang ditugaskan, Dedy juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kewibawaan selama menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa kewibawaan seorang aparat tidak hanya tercermin dari seragam yang dikenakan, tetapi juga dari sikap, perilaku, serta cara berinteraksi dengan masyarakat.

Menurutnya, anggota Prabawa harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen di kelurahan, mulai dari aparat keamanan, pemerintah setempat, hingga tokoh masyarakat. Selain itu, setiap perkembangan situasi di lingkungan diminta untuk segera dilaporkan secara cepat dan akurat sebagai bahan pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

"Jaga wibawa dalam bertugas, anda adalah Praja Wibawa, wibawa bukan hanya dari seragam, tetapi juga dari sikap dan perilaku. Bersinergilah dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelurahan, Linmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, laporkan setiap perkembangan secara cepat dan akurat karena Prabawa adalah mata dan telinga Pemerintah Kota Bengkulu di tengah masyarakat," katanya.

Program Prabawa juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Safrizal ZA, menilai inovasi tersebut sebagai terobosan yang lahir dari daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurut Safrizal, tantangan terbesar dari sebuah inovasi bukan hanya saat diluncurkan, tetapi bagaimana program tersebut dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang. Ia optimistis apabila Program Prabawa terus berjalan dengan baik, maka kepercayaan masyarakat terhadap Satpol PP akan semakin meningkat.

"Saya mengapresiasi Program Prabawa ini sebagai sebuah inovasi daerah, tantangan utamanya adalah konsistensi. Laksanakan program ini secara berkelanjutan. Mudah-mudahan dalam satu hingga dua tahun ke depan persepsi masyarakat terhadap Satpol PP akan semakin baik," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat M. Situmorang menjelaskan bahwa Program Prabawa merupakan inovasi yang dirancang untuk mendekatkan pelayanan Satpol PP kepada masyarakat melalui penempatan satu personel di setiap kelurahan sebagai pembina warga. Ia mengatakan, kehadiran personel Prabawa akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan ketenteraman dan ketertiban umum melalui pendekatan yang lebih humanis, persuasif, dan mengedepankan dialog.

Dengan adanya petugas yang siaga di setiap kelurahan, masyarakat diharapkan lebih mudah menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya. Informasi tersebut kemudian dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah kelurahan, aparat keamanan, maupun instansi terkait sehingga potensi gangguan ketertiban dapat dicegah sejak dini.

Peluncuran Program Prabawa turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah se-Kota Bengkulu, serta tamu undangan lainnya. Pemerintah Kota Bengkulu berharap program ini menjadi model pelayanan berbasis kelurahan yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....