Harga Bawang Naik, Warga Kurangi Jumlah Belanja
- 04 Agt 2026 14:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kenaikan harga bawang kembali dirasakan masyarakat di Kota Bengkulu.
Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi Pagar Dewa pada Senin 3 Juli 2026, harga bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai yang sebelumnya dijual sekitar Rp.35.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat sebagian masyarakat mengurangi jumlah pembelian agar tetap sesuai dengan anggaran belanja rumah tangga.
Pedagang bawang di Blok K Pasar Pagi Pagar Dewa, Sianturi, mengatakan harga jual di tingkat eceran mengikuti harga dari gudang atau distributor sebagai pemasok.
"Kami tidak bisa menentukan harga sendiri. Kalau harga dari gudang naik, kami juga harus menyesuaikan. Biasanya perubahan harga dipengaruhi modal pembelian dan hasil panen dari daerah penghasil," ujarnya.
Menurut Sianturi, kenaikan harga bawang umumnya terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan, seperti Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, ia memastikan stok bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai di lapaknya masih tersedia dan mencukupi kebutuhan konsumen.
"Mudah-mudahan kondisi ekonomi masyarakat terus membaik sehingga daya beli meningkat dan aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan dengan baik," katanya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Ana, mengaku kenaikan harga bawang berdampak pada pengeluaran belanja keluarganya. Meski harga naik, ia tetap membeli bawang karena menjadi kebutuhan pokok dalam memasak sehari-hari.
"Kalau harganya naik tetap harus beli, karena setiap hari dipakai untuk memasak. Bedanya sekarang saya beli lebih sedikit, yang penting cukup untuk kebutuhan beberapa hari," tutur Ana.
Lebih lanjut ia berharap harga kebutuhan pokok, khususnya bawang, dapat kembali stabil, sehingga tidak semakin membebani pengeluaran rumah tangga masyarakat.
(Penulis Mahasiswa Magang UIN FAS Bengkulu, Zulkifli A)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....