Reses Marliadi Prioritaskan Penanganan Banjir dan Pelebaran Jalan Korpri

  • 01 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Persoalan banjir, kemacetan, jalan sempit, hingga mahalnya kebutuhan perlengkapan sekolah mendominasi aspirasi masyarakat dalam reses Anggota DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, di depan Puskesmas Perumahan Korpri, Sabtu 1 Agustus 2026.

Warga Perumahan Korpri mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras. Selain mengganggu aktivitas, genangan air juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Marliadi mengatakan, persoalan banjir menjadi perhatian utama karena kawasan tersebut memang merupakan salah satu titik yang sering terdampak. Menurutnya, penyelesaian masalah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Permasalahan banjir sudah kami uraikan bersama masyarakat. Mudah-mudahan ke depan bisa dibenahi secara bersama-sama sehingga banjir tidak lagi berlangsung lama dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," ujarnya.

Selain banjir, warga juga mengusulkan peningkatan infrastruktur berupa pelebaran jalan, perbaikan persimpangan, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan fasilitas pendidikan.

Dengan itu Marliadi mengungkapkan, kemacetan di Simpang Empat Korpri menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan. Pada jam sibuk, antrean kendaraan disebut dapat mencapai ratusan meter hingga menghambat aktivitas warga yang berangkat bekerja maupun mengantar anak ke sekolah.

Karena itu, ia akan memperjuangkan pelebaran jalan dan penataan persimpangan agar arus lalu lintas menjadi lebih lancar. Pemasangan lampu jalan juga dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Jalan Korpri yang selama ini menjadi akses utama warga juga membutuhkan pelebaran atau setidaknya penambahan bahu jalan agar lebih aman dilalui kendaraan dan dapat mengurangi risiko kecelakaan," ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Marliadi menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah semakin baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mencatat masih terdapat keluhan masyarakat terkait tingginya biaya seragam sekolah.

"Saya mendorong agar masyarakat diberikan kebebasan membeli seragam di toko mana pun sehingga tercipta persaingan harga yang sehat. Dengan demikian, beban biaya yang harus ditanggung orang tua siswa saat memasuki tahun ajaran baru dapat ditekan," katanya.

Lebih lanjut politisl Gerindra ini menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang diterima dalam reses akan diperjuangkan melalui DPRD Kota Bengkulu agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....