Penerimaan Bea Cukai Bengkulu Naik 3.683 Persen, Ekspor Tembus Rp418,7 Miliar

  • 31 Jul 2026 10:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Bengkulu menunjukkan peningkatan tajam pada semester pertama 2026. Hingga akhir Juni, realisasi penerimaan mencapai Rp1,8 miliar atau 2,10 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp85 miliar.

Meski persentase capaian terhadap target masih rendah, pertumbuhan penerimaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu melonjak hingga 3.683,71 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya aktivitas kepabeanan dan cukai di Bengkulu.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Nazwar, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja penerimaan negara di daerah. Menurutnya, tren tersebut diharapkan terus berlanjut pada paruh kedua tahun ini.

"Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kinerja penerimaan mengalami pertumbuhan sebesar 3.683,71 persen secara year on year. Ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kepabeanan dan cukai di Bengkulu," ujar Nazwar, Jumat 31 Juli 2026.

Di sisi lain, aktivitas ekspor Bengkulu juga mencatatkan perkembangan yang cukup baik. Selama Januari hingga Juni 2026, volume ekspor mencapai 398.383,47 metrik ton dengan nilai sebesar Rp418,7 miliar.

Komoditas yang diekspor didominasi cangkang sawit, kayu, kopi, batu bara, lintah, dan kepiting. Produk-produk tersebut menjadi penyumbang utama nilai ekspor Bengkulu ke berbagai negara tujuan.

Namun, optimalisasi ekspor masih menghadapi sejumlah hambatan. Ekspor batu bara belum berjalan maksimal karena beberapa perusahaan masih menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

"Untuk komoditas batu bara, masih terdapat hambatan karena beberapa perusahaan belum memperoleh persetujuan RKAB, sehingga kegiatan ekspor belum dapat berjalan secara maksimal," kata Nazwar.

Selain batu bara, ekspor Crude Palm Oil (CPO) juga masih tertahan. Penyebabnya, sejumlah pelaku usaha masih menunggu penerbitan sertifikat General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) sebagai syarat memasuki pasar Tiongkok.

"Ekspor CPO masih menunggu penerbitan sertifikat GACC sebagai salah satu persyaratan ekspor ke Tiongkok. Setelah persyaratan tersebut terpenuhi, diharapkan ekspor CPO Bengkulu dapat kembali berjalan," ujarnya.

Faktor eksternal juga memengaruhi kinerja ekspor Bengkulu. Konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan gangguan logistik internasional sehingga sebagian pengiriman melalui jalur udara mengalami keterlambatan.

Meski demikian, Bea Cukai Bengkulu optimistis kinerja penerimaan negara dan ekspor akan membaik pada semester kedua 2026. Perbaikan perizinan, kelancaran distribusi, dan meningkatnya aktivitas perdagangan diyakini akan mendorong peningkatan kinerja tersebut.

"Kami optimis semester kedua nanti kinerja penerimaan maupun ekspor akan meningkat. Kami juga terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha agar berbagai hambatan yang ada dapat segera diselesaikan," tutur Nazwar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....