Akademisi Bengkulu Perkuat Pendampingan Emosional Ibu Hamil Remaja

  • 29 Jul 2026 10:35 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIKes Sapta Bakti Bengkulu memperkuat dukungan bagi ibu hamil remaja melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa 29 Juli 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program tersebut mengusung tema Respectful Maternity Care Friendly Health Center: Program Edukasi, Pendampingan Emosional, dan Penerimaan bagi Ibu Hamil Remaja. Tujuannya meningkatkan pelayanan kesehatan yang ramah, inklusif, dan bebas stigma bagi ibu hamil remaja.

Ketua Tim Pengabdian, Juanda Syafitasari, mengatakan ibu hamil remaja masih menghadapi tantangan dari sisi kesehatan maupun stigma sosial. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental serta akses mereka terhadap layanan kesehatan.

"Melalui program ini kami ingin membangun lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi ibu hamil remaja," ujar Juanda. Ia mengatakan kader kesehatan diharapkan mampu memberikan edukasi, dukungan emosional, serta membantu menghubungkan ibu hamil remaja dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kegiatan tersebut diikuti kader kesehatan, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta tenaga pelayanan kesehatan setempat. Seluruh peserta dilibatkan dalam upaya memperkuat dukungan berbasis komunitas.

Peserta mendapatkan pelatihan mengenai konsep Respectful Maternity Care (RMC), komunikasi empatik, dan kesehatan mental ibu hamil remaja. Selain itu, mereka juga dibekali teknik pendampingan emosional berbasis komunitas.

Tim pengabdian turut menyerahkan Modul Pendampingan Ibu Hamil Remaja Berbasis Respectful Maternity Care. Modul tersebut disusun sebagai panduan bagi kader kesehatan dalam melakukan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan.

Pakar Komunikasi Lisa Adhrianti menegaskan komunikasi yang empatik menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, pendekatan yang menghargai dan tidak menghakimi dapat mengurangi stigma terhadap ibu hamil remaja.

"Komunikasi yang menghargai, mendengarkan, dan tidak menghakimi merupakan langkah awal untuk mengurangi stigma yang masih dialami oleh ibu hamil remaja," tutur Lisa. Ia mengatakan ketika mereka merasa diterima, kepercayaan terhadap layanan kesehatan akan meningkat sehingga lebih terbuka untuk mencari bantuan.

Anggota Tim Pengabdian, Poppy Siska Putri, mengatakan kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Karena itu, pelatihan dan modul yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendampingan kepada ibu hamil remaja.

"Melalui pelatihan dan modul yang diberikan, kader diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik kehamilan tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis ibu hamil remaja," ujar Poppy.

Melalui kegiatan ini, kapasitas kader kesehatan diharapkan semakin meningkat dalam mendampingi ibu hamil remaja. Program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif serta mendukung kesehatan ibu dan anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....