Bank Indonesia: Permintaan Domestik Jadi Penopang Ekonomi Bengkulu

  • 28 Jul 2026 18:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memastikan perekonomian daerah tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah gejolak ekonomi global. Kuatnya permintaan domestik, didukung investasi, konsumsi masyarakat, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal, menjadi fondasi utama yang menjaga laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu sepanjang 2026.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, saat membuka Sarasehan Perekonomian Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026 dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR), Selasa (28/7/2026).

Kegiatan itu mengusung tema "Sinergi Moneter dan Fiskal: Memperkuat Stabilitas dan Optimisme Permintaan Domestik Guna Mendorong Intermediasi Produktif dan Investasi Berkualitas di Provinsi Bengkulu."

Wahyu mengungkapkan, meski ekonomi dunia masih dibayangi ketegangan geopolitik, inflasi global, tingginya suku bunga, hingga penguatan dolar Amerika Serikat, prospek ekonomi Bengkulu tetap berada pada jalur yang positif.

"Ketidakpastian global memang masih tinggi, namun permintaan domestik Bengkulu tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, sinergi kebijakan moneter dan fiskal harus terus diperkuat agar stabilitas tetap terjaga sekaligus mendorong investasi dan aktivitas ekonomi," ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, pada triwulan II 2026 perekonomian Bengkulu diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Perbaikan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, membaiknya kinerja ekspor, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama momentum Iduladha, libur sekolah, Festival Tabut 2026, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Secara keseluruhan, BI memperkirakan ekonomi Bengkulu pada 2026 akan tumbuh di kisaran 4,51 hingga 5,11 persen (year on year). Pertumbuhan itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, meningkatnya belanja pemerintah, investasi yang terus berjalan, serta membaiknya kinerja sektor pertanian, perdagangan, dan transportasi.

Pada sektor komoditas unggulan, BI menilai industri kelapa sawit masih memiliki prospek cerah. Produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) diperkirakan terus meningkat seiring selesainya masa replanting, implementasi program biodiesel B50, serta tetap tingginya permintaan pasar global.

Sebaliknya, sektor batu bara masih menghadapi tantangan akibat penurunan target produksi nasional, kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta dinamika pasar internasional. Meski demikian, meningkatnya kebutuhan pasar domestik dinilai masih mampu menopang kinerja sektor tersebut.

"Komoditas unggulan Bengkulu masih menjadi motor ekonomi daerah. Sawit memiliki prospek yang baik, sementara sektor batu bara perlu terus diantisipasi melalui penguatan pasar domestik dan peningkatan efisiensi distribusi," kata Wahyu.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bengkulu pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,96 persen (year on year). BI optimistis inflasi tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen hingga akhir tahun, didukung penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Melalui GPIPS, BI bersama pemerintah daerah menjalankan tujuh program prioritas, meliputi peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ketahanan pangan, optimalisasi kerja sama antardaerah, kelancaran distribusi, operasi pasar, penguatan neraca pangan, serta peningkatan koordinasi dan komunikasi antarinstansi.

Sementara itu, sektor keuangan Bengkulu juga menunjukkan kinerja yang sehat. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit terus meningkat, terutama pada kredit investasi, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tetap terjaga.

"Stabilitas sistem keuangan yang terjaga menjadi modal penting untuk mendukung investasi dan pembiayaan sektor produktif. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis perekonomian Bengkulu akan terus tumbuh secara inklusif, berkelanjutan, dan semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi global," tutup Wahyu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....