Penyaluran KUR di Bengkulu Tembus Rp2,16 Triliun hingga Semester I 2026

  • 27 Jul 2026 07:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp2,163 triliun. Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada 25.555 debitur yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, M. Irfan Surya Wardana, mengatakan penyaluran KUR merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program ini, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan usaha masyarakat dengan pembiayaan yang mudah dijangkau dan berbunga rendah.

Berdasarkan data penyaluran, Kabupaten Bengkulu Utara menjadi daerah dengan jumlah debitur terbanyak, yakni mencapai 4.391 debitur. Sementara itu, Kabupaten Mukomuko mencatat nilai penyaluran terbesar, yaitu Rp405,54 miliar yang disalurkan kepada 3.790 debitur.

Selain Mukomuko dan Bengkulu Utara, Kota Bengkulu juga menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR yang cukup tinggi. Hingga akhir Juni 2026, total pembiayaan yang disalurkan di Kota Bengkulu mencapai Rp333,72 miliar kepada 3.381 debitur.

Irfan menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah pusat mengalokasikan pagu penyaluran KUR untuk Provinsi Bengkulu sebesar Rp3 triliun. Dengan realisasi yang telah mencapai lebih dari dua pertiga target pada pertengahan tahun, pihaknya optimistis penyaluran KUR mampu memenuhi target hingga akhir 2026.

Penyaluran KUR di daerah lain juga menunjukkan perkembangan positif, di antaranya Seluma sebesar Rp246,54 miliar, Bengkulu Selatan Rp217,44 miliar, Rejang Lebong Rp143,07 miliar, Bengkulu Tengah Rp140,85 miliar, Kaur Rp125,51 miliar, Kepahiang Rp85,37 miliar, dan Lebong Rp62,87 miliar. Capaian tersebut menunjukkan pemerataan akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.

Pemerintah berharap penyaluran KUR dapat terus meningkat pada semester kedua tahun 2026 seiring bertambahnya kebutuhan pembiayaan pelaku usaha. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....