Bantuan Telur untuk Anak Berisiko Stunting
- 23 Jul 2026 13:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli, salah satu ritel modern di Kota Bengkulu bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Bengkulu serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu menggelar kegiatan edukasi kesehatan sekaligus penyaluran bantuan bagi keluarga berisiko Stunting. Program tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan telur kepada 100 anak dari keluarga berisiko stunting.
Bantuan diberikan dalam bentuk satu butir telur setiap hari selama enam bulan kepada keluarga resiko stunting atau KRS. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak dan mencegah terjadinya stunting.
Humas ritel modern, Rendra Yudha, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak di Kota Bengkulu. Menurutnya, asupan protein yang cukup sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
"Adapun bantuan yang diberikan berupa satu butir telur per hari untuk 100 anak keluarga berisiko stunting selama enam bulan. Semoga ini bisa bermanfaat dalam upaya membantu pemerintah mencegah Stunting dan Indonesia bebas Stunting 2045," ujar Rendra, Kamis 23 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam melindungi anak, termasuk melalui upaya pencegahan stunting. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, di mana seluruh anak diharapkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.
"Saat ini masih terdapat 42 anak di Kota Bengkulu yang mengalami stunting. Kami berharap angka tersebut terus menurun melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat," kata Rosminiarty.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting di Kota Bengkulu semakin optimal. Sehingga seluruh anak dapat memperoleh hak atas gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....