Pemkot Bengkulu Targetkan Capai Zero Stunting

  • 27 Agt 2026 14:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan meningkatkan sinergi lintas sektor dan memastikan penanganan terhadap kelompok masyarakat berisiko dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu saat mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera Tahun 2026 secara daring, Kamis 27 Agustus 2026.

Rapat yang diikuti dari Monitoring Center Diskominfo Kota Bengkulu tersebut merupakan bagian dari penguatan strategi percepatan penurunan stunting memasuki tahun 2026. Pemerintah pusat kini mendorong konsolidasi capaian, peningkatan kualitas intervensi, serta penguatan tata kelola program berbasis data dan evidensi.

Forum tersebut mempertemukan jajaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi. hingga pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera untuk menyinkronkan kebijakan dan memperkuat inovasi daerah dalam menangani persoalan stunting.

Sejumlah hal menjadi perhatian dalam rapat, di antaranya penguatan konvergensi intervensi terhadap sasaran prioritas seperti remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita usia 0–59 bulan. Selain itu, rapat juga membahas advokasi kebijakan Insentif Fiskal Tahun 2026, integrasi program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penyusunan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur.

Ronny mengatakan Pemerintah Kota Bengkulu memiliki komitmen penuh untuk terus menekan angka stunting. Penanganan terhadap anak-anak yang memiliki risiko stunting menjadi perhatian serius agar jumlah kasus dapat terus berkurang.

“Ya, hari ini ada zoom meeting dengan Pemerintah Pusat bahwasanya terkait stunting ini se-Indonesia. Dan kita Bengkulu, mohon doanya agar supaya anak-anak yang risiko stunting itu tertangani, menurun ataupun bisa habis,” ujar Ronny.

Menurutnya, upaya mencapai target penurunan stunting tidak hanya membutuhkan kerja pemerintah, tetapi juga dukungan seluruh lapisan masyarakat. Peran keluarga dan lingkungan dinilai penting dalam pencegahan sejak dini, terutama dalam memastikan pemenuhan gizi dan kesehatan bagi kelompok sasaran.

Ronny berharap berbagai program pemulihan dan pencegahan yang dijalankan Pemerintah Kota Bengkulu dapat memberikan hasil maksimal dan mampu menurunkan jumlah anak yang berisiko mengalami stunting. “Jadi mohon doanya agar supaya tetap Pemerintah Kota Bengkulu semangat untuk melakukan penanganan ataupun penindakan anak-anak yang memang risiko stunting-nya itu ada, mohon doanya mudah-mudahan tahun ini kita bisa menurun, dan target kita zero stunting,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....