Bantuan Benih Padi Ringankan Biaya Produksi Petani Kota Bengkulu

  • 07 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bantuan benih padi yang rutin disalurkan pemerintah membantu meringankan biaya produksi petani di kawasan Danau Dendam, Kota Bengkulu. Dukungan tersebut membuat petani tidak lagi mengeluarkan biaya besar untuk memenuhi kebutuhan benih pada awal musim tanam.

Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekotong Jaya saat ini tengah mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Di tengah tingginya biaya produksi dan ancaman hama, bantuan benih dinilai menjadi salah satu penopang keberlangsungan usaha tani.

Salah seorang petani, Muhammad Hardi Gunawan (42), mengatakan bantuan benih varietas Inpari 32 yang diterima hampir setiap musim sangat membantu kelompok tani. Menurutnya, bantuan tersebut membuat biaya awal bercocok tanam menjadi lebih ringan.

"Bantuan bibit yang datang hampir tiap musim ini sangat membantu kami. Modal awal petani tidak terlalu berat meskipun komponen biaya lainnya masih cukup tinggi," ujar Hardi, Selasa 7 Juli 2026.

Varietas Inpari 32 dipilih karena memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar 85 hari setelah tanam. Hasil panennya dikenal menghasilkan beras berkualitas yang dipasarkan sebagai Beras Pandan Wangi.

Meski demikian, Hardi menyebut biaya produksi pertanian masih tergolong tinggi. Untuk membajak lahan, petani harus mengeluarkan biaya sekitar Rp45.000 per patok, sedangkan upah tenaga tanam mencapai Rp1 juta setiap musim.

Selain itu, pengendalian hama juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Petani harus menghadapi serangan tikus, ular, dan burung pipit agar tanaman tetap terjaga hingga panen.

"Untuk racun saja, satu botol kecil harganya Rp45.000. Dalam satu musim, satu hamparan sawah rata-rata membutuhkan sekitar enam botol agar tanaman terlindungi," kata Hardi.

Dengan adanya bantuan benih yang terus berlanjut, para petani berharap produktivitas pertanian tetap terjaga. Mereka juga optimistis hasil panen mendatang mampu memberikan pendapatan yang lebih baik meski biaya produksi masih cukup tinggi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....