Guru Besar Unib: Perlunya Pendekatan Baru Membangun Kinerja Manusia di Era AI
- 23 Jul 2026 08:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu (Unib), Prof. Dr. Fahrudin Js Pareke, memperkenalkan Resource Cascade Theory of Human Performance sebagai pendekatan baru dalam membangun kinerja manusia yang berkelanjutan di era kecerdasan artifisial (AI). Gagasan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada rapat senat terbuka pengukuhan enam guru besar Unib yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Rabu 22 Juli 2026.
Dalam orasinya, Prof. Fahrudin mengatakan perkembangan AI, digitalisasi, dan otomatisasi telah membawa perubahan besar terhadap sistem kerja di berbagai organisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi memang meningkatkan efisiensi, tetapi juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya tekanan psikologis, kelelahan kerja, hingga menurunnya keterlibatan karyawan.
Ia menilai keberhasilan organisasi pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga oleh cara organisasi mengembangkan sumber daya manusianya. Karena itu, ia menawarkan konsep Humanizing Performance yang menempatkan kesejahteraan, martabat, dan perkembangan individu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian kinerja.
Prof. Fahrudin menjelaskan bahwa Resource Cascade Theory lahir dari rangkaian penelitian yang dilakukannya selama lebih dari 25 tahun di bidang perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Teori tersebut menjelaskan bahwa kinerja yang berkelanjutan terbentuk melalui proses bertahap, dimulai dari tersedianya sumber daya organisasi yang berkualitas hingga berkembang menjadi kekuatan psikologis pada setiap individu.
Ia menyebut kepemimpinan yang inklusif, budaya kerja yang sehat, keadilan organisasi, kesempatan belajar, dan dukungan sosial sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya tersebut. Selanjutnya, sumber daya organisasi akan berkembang menjadi resiliensi, kemampuan beradaptasi, keterikatan kerja, dan kesejahteraan yang mendorong terciptanya kinerja secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Prof. Fahrudin juga memperkenalkan konsep dual resource cascade yang menggambarkan dua kemungkinan aliran sumber daya di dalam organisasi. Lingkungan kerja yang positif akan menghasilkan kreativitas, inovasi, dan produktivitas, sedangkan lingkungan yang dipenuhi ketidakadilan, kepemimpinan yang buruk, serta beban kerja berlebihan dapat memicu burnout, disengagement, hingga meningkatnya keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi.
Menurutnya, organisasi di era AI perlu menyeimbangkan investasi pada teknologi dengan penguatan aspek psikologis sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa kecerdasan artifisial mampu meningkatkan efisiensi kerja, tetapi tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam menghadapi ketidakpastian, beradaptasi terhadap perubahan, maupun menciptakan makna dalam bekerja.
Menutup orasinya, Prof. Fahrudin berharap Resource Cascade Theory dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya organisasi yang lebih berorientasi pada manusia. Ia menegaskan bahwa produktivitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang hanya dapat dicapai apabila dibangun di atas sumber daya manusia yang sehat, tangguh, adaptif, dan terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....