Rektor Unib Kukuhkan Enam Guru Besar Baru

  • 22 Jul 2026 14:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu (Unib) kembali menambah kekuatan akademiknya dengan mengukuhkan enam Guru Besar dalam Rapat Senat Terbuka yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Rabu, 22 Juli 2026. Momentum ini menjadi bukti konsistensi Unib dalam memperkuat tradisi keilmuan sekaligus mendorong lahirnya akademisi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan samir kehormatan oleh Ketua Senat Unib, Prof. Herawan Sauni. Acara berlangsung khidmat dan disaksikan jajaran senat, Forkopimda Provinsi Bengkulu, pimpinan perguruan tinggi mitra, sivitas akademika, serta keluarga dan kolega para profesor.

Enam akademisi yang dikukuhkan terdiri atas Prof. Fahrudin Js Pareke, dan Prof Slamet Widodo, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain itu, Prof. Amancik, menjadi Guru Besar Bidang Hukum Pemilu, Prof. Emelia Kontesa, sebagai Guru Besar Bidang Hukum Tanah Adat, Prof. Evi Maryanti, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Anorganik, serta Prof. Hendri Hestiawan, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Komposit.

Setelah prosesi pengukuhan, masing-masing Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah yang menampilkan hasil kajian dan kepakaran sesuai bidangnya. Topik yang diangkat mencakup pengembangan sumber daya manusia di era kecerdasan artifisial, hukum pemilu, hukum tanah adat, kimia anorganik, spiritualitas kerja di sektor publik, hingga inovasi material komposit berbasis serat alam.

Pengukuhan tersebut membuat jumlah Guru Besar aktif di Universitas Bengkulu kini mencapai 92 orang. Bertambahnya profesor di lingkungan kampus menjadi indikator semakin berkembangnya budaya riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang menopang visi Unib sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan bahwa jabatan Guru Besar merupakan pencapaian akademik yang lahir dari proses panjang penuh dedikasi dan integritas. Menurutnya, keberhasilan mengukuhkan enam profesor baru menjadi kebanggaan sekaligus menegaskan bahwa budaya akademik di Universitas Bengkulu terus berkembang dengan baik.

Rektor juga menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan seorang akademisi, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para profesor diharapkan terus melahirkan pemikiran, penelitian, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.

Pada kesempatan itu, Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, kolega, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para Guru Besar hingga mencapai jabatan tertinggi. Ia berharap para profesor baru mampu menginspirasi generasi muda, meningkatkan reputasi Universitas Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....