Karantina Bengkulu Pastikan 22 Ton Kolang-Kaling Lolos Ekspor ke Vietnam
- 20 Jul 2026 16:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebanyak 22 ton kolang-kaling asal Provinsi Bengkulu kembali menembus pasar internasional setelah mendapatkan persetujuan ekspor ke Vietnam. Pengiriman komoditas tersebut dikawal Karantina Bengkulu melalui serangkaian pemeriksaan untuk memastikan seluruh persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan telah terpenuhi.
Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, mengatakan setiap komoditas yang akan diekspor wajib melalui tindakan karantina sebelum diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan. Pendampingan kepada pelaku usaha juga terus dilakukan agar proses ekspor berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karantina Bengkulu selalu siap mendampingi pelaku usaha dan eksportir dalam setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Dengan demikian, komoditas pertanian asal Bengkulu memiliki jaminan mutu dan keamanan sehingga dapat diterima dengan baik di negara tujuan ekspor," kata Betty, Senin 20 Juli 2026.
Komoditas kolang-kaling dengan total berat 22.000 kilogram tersebut diberangkatkan dari Bengkulu sebelum melanjutkan pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Vietnam. Sebelum memperoleh izin ekspor, seluruh produk telah diperiksa oleh petugas karantina.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kolang-kaling dalam kondisi sehat, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan yang dipersyaratkan. Serta layak memperoleh Phytosanitary Certificate sebagai dokumen resmi untuk memasuki negara tujuan.
Menurut Betty, meningkatnya aktivitas ekspor komoditas pertanian menjadi sinyal positif bagi pengembangan produk unggulan Bengkulu di pasar global. Pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan mengikuti standar internasional diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para eksportir sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.
Ia optimis permintaan kolang-kaling dari pasar luar negeri akan terus tumbuh. Apalagi, Bengkulu memiliki potensi bahan baku yang cukup besar karena pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling banyak tumbuh, terutama di Kabupaten Rejang Lebong.
"Ekspor kolang-kaling ini diharapkan dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat, dengan kualitas produk yang semakin baik tentunya. Pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling ini tumbuh baik di Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong, dan menjadikannya sebagai salah satu daerah penghasil kolang-kaling di Indonesia," ujar Betty.
Selain kolang-kaling, Bengkulu juga memiliki sejumlah komoditas pertanian yang telah dikenal di pasar ekspor, seperti kopi, pinang, kelapa, karet, kakao, hingga berbagai hasil perkebunan dan hortikultura lainnya. Potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar bagi pelaku usaha, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....