Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Luncurkan Dua Inovasi
- 10 Jul 2026 11:28 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu meluncurkan dua inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah. Inovasi tersebut meliputi OPELET ONLINE untuk digitalisasi pelayanan laboratorium Kesmavet dan SI PUYUH CAKAP sebagai sistem pembibitan puyuh lokal yang terintegrasi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, pada Jumat, 9 Juli 2026 mengatakan, kedua inovasi tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. "Kami dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu membuat dua inovasi, yang pertama itu ada di Laboratorium Kesmavet Provinsi Bengkulu, karena ini zamannya digitalisasi, apa pun yang ingin diketahui masyarakat disampaikan melalui digitalisasi tadi," ujar Abdul Hadi.
| Baca juga: Kasus GHPR di Lebong Sudah Capai 93 Kasus |
Menurut Abdul Hadi, inovasi kedua diberi nama SI PUYUH CAKAP atau Sistem Pembibitan Puyuh Cepat, Akurat, Kualitas, Aman, dan Praktis. "Kemudian yang kedua itu bentuk ternak, bernama SI PUYUH CAKAP, Sistem Pembibitan Puyuh Cepat, Akurat, Kualitas, Aman, dan Praktis," katanya.
OPELET ONLINE merupakan sistem digitalisasi pelayanan di UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Bengkulu. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengakses pelayanan laboratorium secara lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Sementara itu, SI PUYUH CAKAP dikembangkan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan bibit puyuh berkualitas bagi peternak di Bengkulu. Program ini menghadirkan pembibitan puyuh lokal yang terintegrasi sehingga peternak tidak lagi bergantung pada pasokan bibit dari luar provinsi.
Inovasi tersebut juga mampu menekan angka kematian ternak serta memangkas harga bibit, baik telur tetas, DOQ maupun puyuh petelur (layer). Selain itu, kualitas bibit lebih terjamin dengan tingkat akurasi bibit betina yang tinggi sehingga mampu meningkatkan produktivitas peternak.
Abdul Hadi berharap pengembangan SI PUYUH CAKAP dapat menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat. "Kita coba berinovasi, kita kembangkan puyuh, karena puyuh juga cukup menjanjikan bagi pengusaha atau peternak puyuh. Siapa tahu ke depannya akan lebih banyak peminatnya untuk pengembangan SI PUYUH CAKAP ini," kata Abdul Hadi, mengakhiri.
Melalui dua inovasi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern sekaligus mendorong pertumbuhan sektor peternakan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Digitalisasi layanan serta penguatan pembibitan lokal diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha peternakan di Provinsi Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....