Pemprov Bengkulu Percepat Penyelesaian Irigasi Program Cetak Sawah Rakyat

  • 04 Jul 2026 20:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengawal percepatan penyelesaian pembangunan saluran irigasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Infrastruktur tersebut menjadi faktor utama agar ratusan hektare lahan sawah yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, tim dari Inspektorat Provinsi Bengkulu turun langsung melakukan pemantauan ke lokasi pembangunan. Monitoring dilakukan guna mengevaluasi progres pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Saat ini, pihak penyedia masih menyelesaikan pembangunan kembali bendung penampung air yang akan menyuplai jaringan irigasi sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Jaringan tersebut nantinya akan menjadi sumber utama distribusi air menuju areal persawahan yang telah selesai dicetak.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan pekerjaan pembangunan masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga hingga sistem irigasi dapat berfungsi secara optimal. Pemerintah terus melakukan pengawasan agar penyelesaian proyek berjalan tepat waktu dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Sebanyak 572 hektare lahan sawah sebelumnya telah selesai dicetak, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena belum tersedianya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas budidaya pertanian di kawasan tersebut belum dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan jaringan irigasi dapat rampung pada Juli 2026 sehingga distribusi air ke lahan pertanian segera dilakukan. Dengan beroperasinya sistem irigasi, petani diharapkan dapat segera memulai kegiatan tanam dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Proyek pembangunan irigasi tersebut merupakan pekerjaan yang bersumber dari anggaran tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp2,5 miliar. Saat ini pekerjaan fisik telah memasuki tahap akhir dan difokuskan pada penyempurnaan fungsi jaringan agar sistem irigasi dapat beroperasi maksimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Rejang Lebong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....