MBG 3B di Bengkulu Intervensi 40 Ribu Lebih Penerima Manfaat
- 03 Jul 2026 22:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD telah diimplementasikan secara bertahap di Provinsi Bengkulu dengan menyasar lebih dari 40 ribu penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak awal kehidupan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Pelaksanaan MBG 3B dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut bertujuan agar penyaluran bantuan dapat berlangsung tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., melalui Ketua Tim Kerja 4 Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M., mengatakan MBG 3B merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting serta mencegah lahirnya kasus stunting baru.
Edi Sofyan menyampaikan, hingga akhir Juni 2026 penyaluran MBG 3B di Bengkulu telah mencapai 40.913 paket makan bergizi kepada kelompok sasaran. Jumlah tersebut terdiri atas 3.426 ibu hamil, 8.217 ibu menyusui, dan 29.270 balita non-PAUD sebagai penerima manfaat.
"Hingga akhir Juni 2026 Program MBG 3B di Bengkulu telah mendistribusikan sebanyak 40.913 paket makan bergizi. Terdapat kelompok sasaran ibu hamil sebanyak 3.426 penerima, ibu menyusui mencapai 8.217 sasaran dan balita non-PAUD sebanyak 29.270 penerima manfaat," rinci Edi Sofyan kepada pewarta di Bengkulu, Jumat 2 Juli 2026.
Menurut Edi, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, pelaksanaan MBG 3B harus diiringi edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pola makan bergizi, sanitasi, serta perilaku hidup bersih dan sehat oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga.
Dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat selain melalui MBG 3B, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu juga menjalankan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program tersebut menggandeng berbagai mitra dari unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam intervensi spesifik maupun sensitif.
Edi menjelaskan, pada Juni 2026 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebagai orang tua asuh (OTA) dalam Program GENTING. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengintervensi keluarga berisiko stunting (KRS) di Pulau Enggano.
Program GENTING 2026 menyasar ribuan keluarga berisiko stunting yang masuk kategori keluarga prioritas di Provinsi Bengkulu. Hingga Juni 2026, sebanyak 3.484 keluarga telah diintervensi, yang terdiri atas 188 keluarga melalui intervensi nutrisi dan 3.298 keluarga melalui edukasi, tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....