Meskipun Dilarang, Aktivitas Jual Beli Baju Bekas Masih Marak
- 13 Agt 2026 10:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penjualan pakaian bekas atau thrifting masih ditemukan di Kota Bengkulu meski pemerintah telah melarang impor pakaian bekas dari luar negeri. Aktivitas jual beli tersebut salah satunya masih terlihat di Pasar Panorama, dengan pedagang menawarkan berbagai model dan merek dengan harga yang relatif terjangkau.
Larangan pemerintah belum sepenuhnya menghentikan aktivitas jual beli pakaian thrifting di tengah masyarakat. Para pedagang yang masih bertahan mengaku memperoleh stok dari pemasok atau bos dari sejumlah daerah, seperti Palembang, Bandung dan Batam.
Salah seorang pedagang thrifting, Udin, mengatakan pakaian yang dijualnya diperoleh dari pemasok di luar daerah, terutama Palembang dan Bandung, namun penjualan saat ini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya. “Kalau sekarang sepi, dulu bisa Rp300 ribu sampai Rp500 ribu, sekarang paling Rp200 ribu, kemarin bahkan cuma dapat Rp150 ribu,” ujar Udin, 13 Agustus 2026
Meski penjualan menurun, beberapa jenis pakaian masih cukup diminati, terutama di kalangan anak muda. Udin mengatakan pakaian seperti training parasut, training jogger dan jaket berbahan nilon masih menjadi jenis yang cukup dicari, sementara ia berharap kondisi ekonomi masyarakat kembali membaik agar penjualan kembali ramai.
Pedagang lainnya, Nini, mengatakan dirinya telah menekuni usaha pakaian thrifting selama kurang lebih 20 tahun karena melihat kualitas pakaian yang bagus dan harga yang terjangkau. Ia mengatakan, “Enaknya baju thrift itu kualitasnya bagus, bahannya adem dan terjangkau,” sehingga menurutnya pakaian thrift masih memiliki daya tarik bagi masyarakat.
Untuk mendapatkan stok, Nini mengatakan dirinya memiliki pemasok atau bos yang berada di Batam dan barang dipesan sesuai kebutuhan. Sebelum dijual, pakaian tersebut disortir hingga beberapa kali untuk memilih barang yang masih layak dan memiliki merek yang diminati, seperti Nike dan Adidas.
Pakaian yang kondisinya kurang baik akan dijual dengan harga lebih murah, sedangkan barang yang masih bagus dan memiliki merek tertentu akan dipilih untuk dijual sesuai kondisinya. Meski menghadapi larangan impor pakaian bekas dan penurunan penjualan, para pedagang berharap kondisi ekonomi segera membaik agar aktivitas jual beli thrifting di Pasar Panorama kembali ramai.(Bunga r)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....