Ratusan Koleksi Antik Jadi Daya Tarik Balai Adat Rajo Penghulu
- 02 Jul 2026 20:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Balai Adat Rajo Penghulu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Bengkulu yang menyimpan berbagai koleksi benda antik dan peninggalan masa lampau. Selain melestarikan budaya, tempat ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Pengelola Balai Adat Rajo Penghulu, Asi, mengatakan balai adat tersebut didirikan pada 2019. Pada awalnya, bangunan itu difungsikan sebagai tempat musyawarah adat, latihan seni bela diri, seni tari, dan berbagai kegiatan adat lainnya.
"Balai ini didirikan pada tahun 2019. Awalnya kami jadikan tempat para pemangku adat bermusyawarah, termasuk kegiatan seni bela diri, seni tari, dan kegiatan adat lainnya," tutur Asi, Kamis 2 Juli 2026.
Seiring waktu, Balai Adat Rajo Penghulu mulai dilengkapi dengan koleksi benda bersejarah dan barang antik yang berasal dari Bengkulu maupun daerah lain, termasuk Pulau Jawa. Koleksi tersebut dihadirkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal kehidupan dan budaya masyarakat pada masa lalu.
"Kami mengumpulkan berbagai benda bersejarah dan barang antik agar masyarakat, terutama generasi muda, mengetahui seperti apa peralatan yang digunakan nenek moyang mereka. Sementara bagi orang tua, koleksi ini dapat menjadi sarana bernostalgia," katanya.
Balai Adat Rajo Penghulu kini juga menjadi tujuan wisata edukasi yang banyak dikunjungi berbagai kalangan. Sejak pertengahan 2025, pengelola memberlakukan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang untuk mendukung biaya operasional dan perawatan koleksi.
Menurut Asi, pendapatan dari tiket masuk pada akhir pekan dapat mencapai sekitar Rp150 ribu per hari, sedangkan pada hari biasa berkisar Rp50 ribu per hari. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar koleksi bersejarah tersebut tetap terawat dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Salah seorang pengunjung, Liza (20), mengaku sengaja memanfaatkan libur kuliah untuk mengunjungi Balai Adat Rajo Penghulu. Ia tertarik melihat langsung koleksi benda-benda antik yang kini sudah jarang ditemukan.
"Saya datang ke sini karena ingin melihat barang-barang zaman dulu. Selain bisa jalan-jalan, tempat ini juga menambah ilmu dan wawasan tentang sejarah," ujar Liza.
Keberadaan Balai Adat Rajo Penghulu diharapkan terus menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata edukasi di Bengkulu. Melalui koleksi yang dimiliki, masyarakat dapat mengenal sejarah dan menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....