Dinsos Bengkulu Tekankan Kolaborasi Penanganan ODGJ
- 29 Jun 2026 12:23 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Keluhan masyarakat terkait seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan disebut berulang kali terlibat dalam aksi pencurian kembali mencuat. Warga berharap ada penanganan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan.
Dalam sejumlah unggahan di media sosial, beberapa warga mengaku pernah menjadi korban dugaan pencurian yang dilakukan oleh orang yang sama. Sejumlah pemilik usaha juga menyebut pria tersebut beberapa kali diamankan warga maupun dibawa ke kantor polisi, namun kembali berkeliaran.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial Kota Bengkulu menegaskan penanganan ODGJ tidak bisa dilakukan secara parsial. Penanganan harus melibatkan keluarga, pemerintah kelurahan, Dinas Kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan salah satu penyebab ODGJ kembali kambuh adalah terputusnya pengobatan dan kurangnya pengawasan setelah menjalani perawatan.
“Dinas Kesehatan juga harus proaktif memastikan yang bersangkutan mendapatkan pengobatan secara rutin. Banyak kasus ODGJ kambuh karena obatnya terputus,” ujar Afriyenita.
Ia menjelaskan, Dinas Sosial selama ini terus berkoordinasi dengan pendamping sosial, pihak kelurahan, dan keluarga untuk memastikan ODGJ yang telah terdata mendapatkan pendampingan yang diperlukan. Upaya tersebut dilakukan agar kondisi pasien tetap terpantau dan stabil.
Apabila seseorang mengalami kekambuhan dan membutuhkan penanganan khusus, tim terpadu akan segera melakukan evakuasi. Penanganan dilakukan bersama pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
“Kalau sudah membutuhkan penanganan khusus dan kondisinya kambuh, kami berkoordinasi dengan kelurahan, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan untuk melakukan evakuasi. Jika memang pasien Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO), maka langsung kami rujuk ke sana,” katanya, 27 Juni 2026.
Afriyenita mengungkapkan laporan terkait ODGJ hampir setiap hari diterima oleh Dinas Sosial. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui asesmen lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kami menerima laporan dari warga hampir setiap waktu. Setelah ada laporan, tim terpadu akan turun untuk melakukan asesmen dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” jelasnya.
Dinas Sosial juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan ODGJ yang membutuhkan bantuan atau berpotensi mengganggu ketertiban umum. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....