Tabut Naik Pangkek, Penanda Festival Tabut Bengkulu Memasuki Fase Puncak

  • 25 Jun 2026 04:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rangkaian ritual sakral Festival Tabut Bengkulu memasuki fase akhir dengan pelaksanaan prosesi Tabut Naik Pangkek yang digelar setiap 9 Muharam. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pasar Melintang, Kota Bengkulu, ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum dilaksanakannya Arak Gedang, Tabut Besanding, hingga puncak acara Tabut Tebuang.

Prosesi Tabut Naik Pangkek selalu menjadi perhatian masyarakat karena menandai penyempurnaan bangunan tabut yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan ritual. Ratusan anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) bersama masyarakat tampak mengikuti jalannya prosesi yang berlangsung khidmat dan sarat makna budaya serta nilai sejarah.

Ketua KKT Bengkulu, Syafril, menjelaskan bahwa Tabut Naik Pangkek merupakan proses penyambungan bagian puncak tabut dengan bangunan utama atau Tabut Gedang yang sebelumnya telah disiapkan di gerga, yakni tempat pembuatan tabut. “Prosesi ini menjadi tanda bahwa bangunan tabut telah sempurna dan siap mengikuti tahapan berikutnya dalam rangkaian Festival Tabut,” ujar Syafril, Rabu 24 Juni 2026.

Menurutnya, dalam tradisi KKT, ritual Naik Pangkek dilaksanakan setelah berakhirnya Hari Gam atau masa berkabung. Pelaksanaan ritual diawali dengan berbagai perlengkapan adat dan doa-doa khusus yang dipimpin para sesepuh tabut sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain berfungsi sebagai penyempurnaan fisik bangunan tabut, prosesi Naik Pangkek juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Penyatuan bagian puncak dengan badan tabut melambangkan persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap perjuangan cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali, yang gugur dalam peristiwa Karbala.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting yang terus dijaga oleh masyarakat Tabut di Bengkulu. Oleh karena itu, setiap tahapan ritual tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya dan sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Usai pelaksanaan Naik Pangkek, tabut-tabut yang telah berdiri megah akan mengikuti prosesi Arak Gedang, salah satu agenda paling dinantikan masyarakat. Setelah itu, seluruh tabut akan dipertemukan dalam ritual Tabut Besanding sebelum akhirnya memasuki puncak perayaan melalui prosesi Tabut Tebuang pada 10 Muharam.

Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya khas Bengkulu yang setiap tahun menarik perhatian ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah. Selain memiliki nilai religius dan historis, festival ini juga menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan yang memperkenalkan kekayaan tradisi Bengkulu kepada masyarakat luas.

Dengan terlaksananya prosesi Tabut Naik Pangkek, Festival Tabut Bengkulu kini memasuki fase puncak. Masyarakat pun bersiap menyaksikan rangkaian acara berikutnya yang menjadi penutup dari tradisi sakral yang telah diwariskan lintas generasi tersebut, yakni tabut tebuang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....