UMB Bawa Model Pemberdayaan Hutan Bengkulu ke Forum Global SDGs 2026
- 22 Jun 2026 22:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Bengkulu yang berpartisipasi dalam The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026.
Forum internasional yang diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) itu diikuti lebih dari 5.000 delegasi dari sekitar 120 negara. Keikutsertaan UMB dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai program pembangunan berkelanjutan yang telah dijalankan di Bengkulu.
Direktur UMB Global Engagement, Andi Azhar, mengatakan kampus tidak hanya membawa konsep pembangunan berkelanjutan. UMB juga menampilkan berbagai praktik nyata yang telah diterapkan bersama masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi bagian dari aktivitas kampus. Hal itu diwujudkan melalui penelitian, pengabdian masyarakat, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Daun. Kawasan seluas 1.992,69 hektare itu dipercayakan Kementerian Kehutanan kepada UMB sejak Agustus 2025.
KHDTK Bukit Daun dimanfaatkan sebagai pusat penelitian, konservasi, dan pendidikan. Kawasan tersebut juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.
Selain menjadi habitat bunga Rafflesia arnoldii, kawasan itu juga berfungsi sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. UMB bersama warga turut mengembangkan usaha kopi dan madu klanceng berbasis pelestarian lingkungan.
Dalam pameran GSDC 2026, UMB menampilkan produk kopi hutan dan madu kopi hasil produksi masyarakat sekitar KHDTK. Produk tersebut menjadi contoh kolaborasi antara konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
UMB juga memamerkan berbagai hasil penelitian yang mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan. Program yang ditampilkan mencakup pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano, serta sektor kesehatan dan pendidikan.
Saat ini UMB telah meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT dan sertifikasi ISO 21001:2018. Kampus tersebut juga memiliki empat program studi berakreditasi unggul, termasuk Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memperoleh Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes pada 2026.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UMB, Onsardi, mengatakan partisipasi dalam GSDC merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus. Langkah tersebut juga bertujuan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi dunia.
Pada hari pertama pelaksanaan kongres, UMB menerima ketertarikan kerja sama dari lebih dari 20 institusi internasional. Peluang kolaborasi itu meliputi riset keanekaragaman hayati, penghitungan karbon, pengembangan ekowisata, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
Capaian tersebut semakin memperkuat jaringan internasional UMB yang saat ini telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 40 negara. Kampus itu juga memiliki mahasiswa internasional yang berasal dari sembilan negara.
Melalui keikutsertaan dalam GSDC 2026, UMB berharap dapat semakin memperkenalkan potensi Bengkulu di tingkat global. Kampus juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai program berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....