TPPS Kota Bengkulu Matangkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting
- 17 Apr 2026 07:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu di bawah komando Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing terus mematangkan langkah strategis guna menekan angka prevalensi stunting secara signifikan. Upaya ini dilakukan secara terencana dan berkelanjutan melalui berbagai program lintas sektor.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemerintah Kota Bengkulu telah menyusun peta jalan aksi nyata sejak tahun 2025 hingga 2026. Program ini dirancang untuk memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Kepala DP3AP2KB melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Yeni Fetrianingsih, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 fokus utama diarahkan pada penguatan data serta kolaborasi di lapangan. Pendataan keluarga berisiko stunting menjadi langkah awal yang diikuti dengan pelaksanaan Rembug Stunting tingkat kota.
“Kami mengawali tahun 2025 dengan pendataan keluarga berisiko stunting dan Rembug Stunting tingkat kota. Selain itu, kami memperkuat koordinasi melalui minilokakarya di tingkat kecamatan agar intervensi lebih tepat sasaran,” ujar Yeni, Jumat 17 April 2026.
Selain itu, TPPS juga mengintensifkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta melakukan verifikasi dan validasi data anak stunting di seluruh wilayah Kota Bengkulu. Kerja sama dengan berbagai mitra pihak ketiga turut diperluas, terutama dalam penyaluran bantuan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Memasuki tahun 2026, TPPS Kota Bengkulu akan meningkatkan intensitas pengawasan melalui rapat koordinasi rutin bersama seluruh camat. Langkah ini diharapkan mampu memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat guna dan menyentuh anak-anak yang mengalami stunting.
Salah satu program unggulan yang akan diperluas pada tahun 2026 adalah pelaksanaan MBG 3B di sejumlah kelurahan sebagai percontohan intervensi gizi terpadu. Program ini diharapkan dapat menjadi model penanganan stunting yang efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....