Warga Kabupaten Kaur Keluhkan Naiknya Harga Pertamax

  • 12 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan - Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green. Per Rabu 10 Juni 2026 kemarin harga Pertamax resmi naik.

Dimana BBM non-subsidi Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Menyoriti kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini banyak dari masyarakat yang merasa keberatan. Seperti yang diungkapkan oleh Wawan salah seorang warga Desa Selasih, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur.

Menurutnya naiknya harga pertamax akan mebambah beban biaya pengeluaran harian baginya. Terlebih ia merupakan pengguna BBM jenis Pertamax.

"Tentunya dengan kenaikan harga Pertamax akan membuat biaya harian semakin membengkak. Ya kita sma-smaa tau sekarang ini serba sulit, apa-apa mahal," katanya.

Saat ini ia mengaku hanya bisa pasrah dengan kenaikan harga Pertamax ini. Karena kemungkinan Pertamax turun harga sangat minim.

"Ya dengan kondisi sekarang ini cuma bisa pasrah saja. Karen akalau harga sudah naik pasti tidak akan turun, mungkin bisa naik lagi," ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga lainnya Syahril juga mengaku keberatan dengan naiknya harga Pertamax ini. Ia menilai kenaikan harga ini terjadi cukup tajam.

Kenaikan harga pertamax ditengah kondiai perekonomian yang sedang susah ini sangat memberatkan masyarakat. Khusunya bagi masyarakat yang masuk dalam kategori ekonomi menengah kebawah.

"Saya pikir naiknya itu paling Rp500 kan, tapi ternayata sampai Rp3.000. Harganya sangat jauh melambung tinggi," ujar Syahril.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM ini, masyarakat khusunya yang menggunakan Pertamax mengaku akan lebih menghemat penggunaan kendaraannya. Yakni dengan membatasi kegiatan bepergian yang menggunakan kendaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....