Harga TBS Sawit di Ipuh Mulai Pulih
- 08 Jun 2026 07:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kabar baik mulai dirasakan para petani kelapa sawit di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. Setelah sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kini mulai kembali normal.
Salah seorang petani sawit di Kecamatan Ipuh, Tio, mengatakan bahwa saat ini harga TBS di tingkat pabrik telah mencapai Rp2.840 per kilogram. Angka tersebut dinilai sudah mendekati harga normal yang selama ini menjadi acuan para petani, yakni berkisar Rp3.000 per kilogram.
"Alhamdulillah saat ini harga sawit sudah mulai naik lagi, di pabrik sekarang sudah Rp2.840 per kilogram. Harga ini sudah hampir mendekati harga normal yang biasanya sekitar Rp3.000 per kilogram," ujar Tio, Senin 8 Juni 2026.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut memberikan angin segar bagi petani sawit yang sebelumnya harus menghadapi tekanan akibat anjloknya harga jual hasil panen. Kondisi tersebut sempat membuat pendapatan petani menurun drastis, sementara biaya produksi dan perawatan kebun terus meningkat.
Tio berharap tren perbaikan harga ini dapat terus berlanjut dan tidak kembali mengalami penurunan. Pasalnya, sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di wilayah Mukomuko, khususnya Kecamatan Ipuh.
Ia menuturkan, ketika harga sawit turun, petani kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Pendapatan yang diperoleh dari hasil panen sering kali tidak cukup untuk menutupi biaya operasional kebun, seperti pembelian pupuk, perawatan tanaman, hingga kebutuhan tenaga kerja.
| Baca juga: Harga Daging Ayam Mulai Turun |
"Kalau harga rendah, petani kecil sangat kesulitan. Hasil panen kadang hanya cukup untuk biaya sehari-hari, sementara kebutuhan untuk pupuk dan perawatan kebun tetap harus dipenuhi agar produksi tetap bagus," katanya.
Selain itu, Tio juga berharap adanya stabilitas harga di tingkat pabrik sehingga petani dapat lebih tenang dalam mengelola kebun mereka. Menurutnya, fluktuasi harga yang terlalu tajam sering kali membuat petani kesulitan dalam merencanakan pengeluaran dan investasi untuk perawatan kebun.
Membaiknya harga TBS sawit ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah sentra perkebunan sawit. Dengan harga yang kembali mendekati angka normal, para petani optimistis dapat mempertahankan produktivitas kebun serta memenuhi berbagai kebutuhan operasional yang selama ini menjadi tantangan.
Stabilitas harga sawit sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat. Oleh karena itu, petani berharap kondisi pasar yang saat ini mulai membaik dapat terus terjaga sehingga memberikan kepastian pendapatan bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari komoditas kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....