DJPb, PNM, dan BRI Bersinergi Wujudkan Kemudahan Akses Modal Usaha tanpa Agunan

  • 04 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu mendorong UMKM mengakses pembiayaan formal melalui sosialisasi yang menghadirkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai mitra penyalur pembiayaan pemerintah, Kamis 4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha UMKM di Bengkulu.

Kegiatan ini sejalan dengan tema pemberdayaan UMKM Tahun 2026 yang berfokus pada pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM memperoleh informasi langsung mengenai berbagai skema pembiayaan yang aman, legal, dan mudah diakses.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, menegaskan UMKM merupakan penggerak utama perekonomian daerah yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Sebagai Regional Chief Economist di daerah, Kanwil DJPb berperan sebagai pendamping sekaligus penghubung antara pelaku usaha dengan berbagai program pembiayaan pemerintah.

Menurut Mohamad Irfan Surya Wardana, masih banyak pelaku usaha yang ragu mengakses pembiayaan formal karena menganggap prosesnya rumit dan membutuhkan agunan yang besar. Oleh karena itu, Kanwil DJPb terus mendorong literasi keuangan agar masyarakat tidak terjebak pada praktik pinjaman ilegal maupun rentenir.

"UMKM yang kuat akan memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan berbagai program pembiayaan yang tersedia, pelaku usaha di Bengkulu diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," tutur Irfan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Area PNM Kota Bengkulu, Rahma Yulisa, memperkenalkan program PNM Mekaar yang dirancang khusus untuk perempuan pelaku usaha produktif. Program tersebut memberikan akses pembiayaan mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta tanpa agunan dengan sistem tanggung renteng yang mengedepankan semangat gotong royong.

Rahma Yulisa menjelaskan nasabah Mekaar tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga pendampingan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, peserta mendapatkan pendidikan karakter dan perlindungan asuransi jiwa guna mendukung keberlanjutan usaha mereka.

Bagi nasabah yang usahanya telah berkembang, PNM menyediakan program pembiayaan lanjutan melalui ULaMM untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas usahanya. Program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) tersebut didukung oleh dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan.

Sementara itu, Manager Bisnis Mikro BRI BO Bengkulu, Barata Putra, menyampaikan BRI terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program KUR Mikro memberikan akses pembiayaan hingga Rp100 juta dengan ketentuan yang mudah dan terjangkau.

Barata Putra menjelaskan pelaku usaha yang ingin mengakses KUR harus memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal enam bulan serta memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku. Program ini juga memperoleh dukungan subsidi bunga dari pemerintah sehingga dapat meringankan beban pembiayaan bagi pelaku usaha.

Melalui sinergi antara Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, PNM, dan BRI, pemerintah berharap akses pembiayaan formal bagi UMKM semakin luas dan mudah dijangkau. Dukungan pembiayaan yang disertai pendampingan usaha diharapkan mampu mendorong UMKM Bengkulu naik kelas dan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....