Optimalkan Cetak Sawah, Pemprov Bengkulu Kejar Solusi Irigasi

  • 02 Jun 2026 17:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu pada Selasa, 2 juni 2026. Pertemuan ini fokus membahas percepatan penyelesaian masalah irigasi yang saat ini masih menghambat pemanfaatan lahan di beberapa wilayah.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan melaporkan bahwa Bengkulu mendapatkan alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare. Dari target tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), serta 861,9 hektare kini memasuki tahap konstruksi.

Sebagian lokasi cetak sawah seluas 319,9 hektare di Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong bahkan telah memasuki masa tanam dan panen. Namun, lahan seluas 572 hektare di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, belum optimal karena belum tersedianya pasokan air irigasi.

Menanggapi kendala tersebut, Herwan Antoni menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan seluruh lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia meminta seluruh pihak terkait tidak membiarkan infrastruktur yang ada menjadi sia-sia.

"Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir ke lahan pertanian. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama agar program tidak dianggap gagal," kata Herwan Antoni.

Herwan kemudian meminta perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan TNI untuk bersinergi mengatasi masalah pasokan air ini. Berbagai upaya seperti pembangunan jaringan perpipaan telah dilakukan, namun pengairan pada kontur tanah tertentu masih membutuhkan kajian teknis lanjutan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu kini telah memperoleh dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat guna menyempurnaan sistem perpipaan tersebut. Di sisi lain, perwakilan Kodim menyatakan siap mendukung penuh dengan menyarankan keterlibatan tenaga ahli hidrologi agar solusi di lapangan lebih akurat.

Selain mengevaluasi kendala tahun lalu, rapat ini juga membahas rencana program cetak sawah untuk periode tahun 2026. Bengkulu mendapat indikasi alokasi sebesar 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan kini sedang menunggu usulan lokasi dari kabupaten/kota.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan kembali komitmen kuatnya dalam sektor pertanian. Program cetak sawah diharapkan tidak sekadar menambah luas lahan, tetapi juga mampu mendongkrak produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....