BLUD Laboratorium DLH Bengkulu Utara Kembali Beroperasi
- 30 Mei 2026 22:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara memastikan, Pelayanan Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD Laboratorium akan segera resmi beroperasi. Kepastian operasional BLUD Laboratorium ini menjadi angin segar bagi peningkatan pendapatan daerah.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara memastikan BLUD Laboratorium akan beroperasi pada tahun 2027 mendatang. Nantinya laboratorium ini sudah bisa kembali memungut tarif pelayanan secara legal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Utara, Parpen Siregar mengatakan saat beroperasi di tahun 2027 mendatang BLUD Laboratorium ini akan memfokuskan layanan pada pengujian kualitas air. Sasaran utamanya adalah para pelaku usaha yang ada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
"BLUD Laboratorium akan segera resmi beroperasi. Nantinya laboratorium ini sudah bisa kembali memungut tarif pelayanan," katanya.
Untuk menyongsong operasional di tahun 2027 mendatang, proses administrasi pembentukan Blud sebenarnya sudah tuntas. Namun saat ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup masih menunggu pengesahan revisi peraturan daerah tentang pendapatan daerah dan retribusi daerah atau PDRD.
Sebagai aturan turunan, tiga rancangan peraturan bupati juga telah disiapkan, yakni Perbup Tata Kelola, Perbup Standar Pelayanan Minimal, Serta Perbup Rencana Strategis BLUD Laboratorium.
"Untuk administrasi sebenarnya itu sudah lengkap ya. Namun kita saat ini masih menunggu revisi peraturan daerah," Ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan undang-undang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2022. UPTD Laboratorium ini sama sekali tidak diperbolehkan lagi memungut biaya atau tarif pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Namun dengan berlakunya tarif baru di tahun 2027 tersebut, laboratorium ini diprediksikan mampu menyumbang pendapatan daerah. Dinas Lingkungan Hidup optimis BLUD Laboratorium dapat menyumbang pendapatan daerah sebesar 400 juta rupiah hingga 500 juta rupiah per tahunnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....