Distan Bengkulu Tengah Panggil Perusahaan CPO Respon Harga Sawit Anjlok
- 26 Mei 2026 11:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu Tengah memanggil dua perusahaan crude palm oil (CPO) sebagai respons atas anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dikeluhkan petani. Langkah tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan langsung terkait penyebab turunnya harga sawit di tingkat pabrik.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri mengatakan penurunan harga TBS saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Karena itu, pihaknya mengundang manajemen PT Palma Mas Sejati dan PT Agra Sawitindo untuk melakukan pembahasan langsung.
Menurut Helmi, pemanggilan tersebut dilakukan guna mengetahui faktor utama penyebab anjloknya harga sawit di tingkat perusahaan. Pemerintah daerah ingin memastikan kondisi yang terjadi agar tidak semakin merugikan petani sawit di Bengkulu Tengah.
“Kita sengaja memanggil PT PMS dan PT Agra Sawitindo untuk menindaklanjuti anjloknya harga TBS. Kita ingin mendengarkan keterangan langsung dari pihak perusahaan terkait turunnya harga TBS di Bengkulu Tengah,” ujar Helmi, Selasa 26 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi penurunan harga sawit. Salah satunya disebabkan kondisi pasar global yang berdampak terhadap harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional.
Selain faktor global, perubahan tata kelola ekspor CPO dari pemerintah pusat disebut turut memengaruhi stabilitas harga di tingkat perusahaan. Saat ini perusahaan masih melakukan penyesuaian terhadap kebijakan ekspor baru yang diterapkan pemerintah.
“Dari hasil pertemuan ada beberapa faktor yang menyebabkan semua ini terjadi. Ditambah lagi memang kondisi perusahaan saat ini juga sedang tidak baik-baik saja. Semoga kondisi ini segera membaik dan harga TBS kembali tinggi,” tuturnya.
Turunnya harga sawit mulai dirasakan langsung oleh para petani di Bengkulu Tengah. Sejumlah petani mengaku pendapatan mereka menurun drastis, sementara biaya perawatan kebun tetap harus dikeluarkan seperti biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....